Pascasarjana News, Semarang, 1 September 2026 – Hadir sebagai civitas akademik yang baru saja menyelesaikan kuliahnya dari Luar Negri, tepatnya dari Taiwan, Luksi Visita, M.Sc, Ph.D menjelaskan peluang besar ekonomi Islam Indonesia di Kancah internasional dalam kegiatan Studium General Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 UIN Walisongo Semarang.

Ia juga mengingatkan berbagai tantangan yang harus diselesaikan agar ekosistem ekonomi Islam dapat berkembang secara optimal.

Menurut Luksi Visita, salah satu tantangan utama adalah persoalan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah. Ia mencontohkan bahwa biaya perjalanan menuju beberapa wilayah di Indonesia terkadang masih sangat tinggi dibandingkan perjalanan internasional ke negara lain.

“Kita bisa melihat bagaimana biaya transportasi domestik ke beberapa daerah masih menjadi tantangan. Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap pemerataan ekonomi dan penguatan ekosistem industri, termasuk industri halal,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa ekonomi Islam yang kuat membutuhkan dukungan ekosistem yang memadai, termasuk infrastruktur yang baik, sehingga aktivitas ekonomi, distribusi produk halal, dan pengembangan industri dapat berjalan lebih efektif.

Selain infrastruktur, Luksi Visita juga menyoroti persoalan regulasi dan penegakan hukum, khususnya terkait maraknya praktik pinjaman online ilegal yang masih menjerat masyarakat.

Menurutnya, fenomena pinjaman online ilegal menjadi persoalan serius karena sering menyasar kelompok masyarakat yang berada dalam kondisi rentan, baik karena keterbatasan ekonomi maupun rendahnya literasi keuangan.

“Banyak masyarakat yang terjebak karena membutuhkan solusi cepat untuk persoalan keuangan, tetapi kemudian menghadapi beban yang jauh lebih berat akibat praktik pinjaman ilegal,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa perkembangan ekonomi digital harus diiringi dengan peningkatan literasi masyarakat, penguatan regulasi, dan perlindungan terhadap kelompok rentan.

Dalam perspektif ekonomi Islam, Luksi Visita menjelaskan bahwa prinsip keadilan, transparansi, dan keberpihakan terhadap kesejahteraan masyarakat harus menjadi fondasi utama. Ekonomi Islam tidak hanya berbicara tentang produk keuangan syariah, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan sistem ekonomi yang berorientasi pada kemaslahatan.

Ia berharap mahasiswa UIN Walisongo dapat mengambil peran strategis dalam menjawab berbagai tantangan ekonomi. Karena itu dibutuhkan generasi yang tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi persoalan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

(Wd, 1/9/26)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *