Pascasarjana News, Semarang, 17 September 2026 — Bagian Akademik UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan Pembahasan Panduan Akademik Tahun 2026 yang dihadiri Wakil Rektor I UIN Walisongo Semarang, Prof. Imam Yahya, Kepala Biro AAKK H. M. Abdul Fatah, M.Ed., para Wakil Dekan Bidang Akademik atau yang mewakili, serta unsur akademik dari berbagai unit, termasuk Pascasarjana UIN Walisongo Semarang.

Keikutsertaan Pascasarjana dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk menyelaraskan penyelenggaraan akademik Pascasarjana dengan kebijakan dan regulasi akademik universitas. Pembahasan bersama ini juga menjadi ruang untuk memberikan masukan terkait implementasi panduan akademik di masing-masing unit.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Alimul Huda dari Bagian Akademik memaparkan sejumlah substansi penting dalam Panduan Akademik 2026, salah satunya mengenai kebijakan dan kode etik pemanfaatan Generative Artificial Intelligence (Gen AI) dalam kegiatan akademik.

Gen AI diperbolehkan sebagai alat bantu dalam pembelajaran dan penelitian, antara lain untuk memperdalam pemahaman materi, menjelaskan konsep kompleks, menemukan literatur, mengembangkan kerangka teori, serta melakukan analisis awal. Pemanfaatannya tetap harus disertai verifikasi, pengolahan kritis, transparansi, dan tanggung jawab akademik.

Panduan juga menegaskan pentingnya menjaga integritas akademik dan nilai-nilai Islam. Penggunaan output Gen AI secara langsung tanpa pengolahan dan analisis kritis tidak dibenarkan. Demikian pula penggunaan Gen AI dalam ujian, kuis, atau penilaian individual yang tidak mengizinkan penggunaannya dapat dikategorikan sebagai pelanggaran akademik.

Selain kebijakan Gen AI, pembahasan Panduan Akademik 2026 mencakup ketentuan penting lainnya, termasuk masa studi dan status Drop Out (DO). Forum menekankan perlunya sinkronisasi antara regulasi akademik dengan sistem informasi akademik sehingga penerapan ketentuan dapat memberikan kepastian bagi mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, Pascasarjana UIN Walisongo turut mendukung penyusunan Panduan Akademik 2026 yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, menjunjung integritas akademik, memberikan kepastian regulasi, serta tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *