Pascasarjana News, Semarang, 1 September 2026 – Studium General Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 Pascasarjana UIN Walisongo Semarang menghadirkan inspirasi akademik dari alumni yang berhasil menempuh perjalanan intelektual hingga tingkat internasional yaitu Nur Ahmad, M.A., Ph.D, Luksi Visita, M.Sc, Ph.D, Mishbah K Zuhri, M.A., Ph.D dan Juanda Kelana Putra, M.Sc

Dalam kesempatan tersebut, Nur Ahmad, M.A., Ph.D., berbagi pengalaman akademiknya mengenai perkembangan Studi Islam di dunia Barat dan pentingnya mahasiswa memiliki wawasan global dalam mengembangkan kajian keislaman.

Mengawali pemaparannya, Nur Ahmad memperkenalkan perjalanan akademiknya yang berangkat dari lingkungan pesantren di Semarang dan Demak. Sebelum menempuh pendidikan di UIN Walisongo Semarang, ia pernah belajar di Pondok Pesantren Al-Itqon Bugen Semarang dan Pondok Pesantren Al-Bahroniyah Demak. Pengalaman pendidikan pesantren tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk fondasi keilmuan dan perjalanan akademiknya.

Sebagai alumni UIN Walisongo yang menyelesaikan studi sekitar satu dekade lalu, Nur Ahmad menyampaikan bahwa dirinya pernah berada pada posisi yang sama dengan para mahasiswa saat ini, yakni memasuki dunia perkuliahan, membangun jejaring baru, mengikuti organisasi, dan mengembangkan diri melalui lingkungan akademik.

Perjalanan akademiknya kemudian berlanjut dengan menempuh studi magister di Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda, dan program doktoral di Leiden University. Ia menyelesaikan studi doktoralnya pada tahun 2026 dan membawa pengalaman tersebut untuk berbagi perspektif tentang bagaimana Islam dikaji dalam konteks global.

Mengangkat tema “Studi Islam di Dunia yang Berubah”, Nur Ahmad menjelaskan bahwa kajian Islam tidak hanya berkembang di negara-negara Muslim, tetapi juga memiliki tradisi akademik yang kuat di negara-negara Barat, termasuk Eropa dan Amerika Utara.

“Studi Islam tidak hanya berada di negeri-negeri Muslim. di Barat pun berkembang kajian Islam dengan pendekatan yang beragam. Kita bisa belajar dari berbagai tempat di mana Islam dipelajari,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan studi Islam di Barat memiliki karakteristik yang berbeda. Kajian Islam tidak selalu berdiri sebagai disiplin yang terpisah, tetapi dapat berkembang melalui berbagai perspektif keilmuan seperti sosiologi, antropologi, sejarah, hukum, politik, maupun ekonomi.

Ia mencontohkan bahwa kajian mengenai masyarakat Muslim, sejarah Islam, ekonomi Islam, dakwah, hingga perkembangan pemikiran Islam dapat menjadi bagian dari studi Islam dalam tradisi akademik Barat.

Nur Ahmad, Ph.D mengajak mahasiswa Pascasarjana UIN Walisongo untuk tidak membatasi diri dalam mempelajari Islam. Menurutnya, perkembangan dunia akademik saat ini menuntut keterbukaan terhadap berbagai pendekatan dan tradisi keilmuan agar kajian Islam mampu menjawab tantangan zaman.

“Belajar Islam hari ini membutuhkan kemampuan melihat berbagai perspektif. Kita harus mampu berdialog dengan berbagai tradisi akademik agar kajian Islam semakin kaya dan relevan dengan perubahan dunia,” ujarnya.

Melalui Studium General ini, mahasiswa diharapkan memperoleh gambaran lebih luas tentang perjalanan akademik, peluang studi internasional, serta pentingnya membangun tradisi keilmuan yang terbuka dan berwawasan global.

(Wd/ 1/9/26)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *