Pascasarjana News, 23-09-2026, Semarang – Pascasarjana UIN Walisongo Semarang menggelar rapat pembahasan rencana penganugerahan Doktor Honoris Causa kepada KH. Slamet Hambali, tokoh dan pakar Ilmu Falak yang telah memberikan kontribusi panjang dalam pengembangan keilmuan falak di Indonesia.

Rapat dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana UIN Walisongo, Prof. Dr. Muhyar Fanani. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Direktur Pascasarjana, Dr. Nur Fathoni, Ketua Panitia, Dr. Adib Rofiuddin, civitas akademika Pascasarjana UIN Walisongo, pimpinan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo, serta Kepala Bagian Akademik UIN Walisongo beserta jajaran.

Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk membahas berbagai aspek akademik dan kelembagaan dalam rangka mempersiapkan rencana pengusulan gelar Doktor Honoris Causa bagi KH. Slamet Hambali.

Menghargai Dedikasi Tokoh Ilmu Falak

Rencana penganugerahan Doktor Honoris Causa kepada KH. Slamet Hambali merupakan bentuk apresiasi akademik atas dedikasi dan kontribusinya dalam pengembangan Ilmu Falak, khususnya dalam bidang hisab-rukyat, penentuan arah kiblat, waktu salat, serta pengembangan metode dan instrumen falak.

KH. Slamet Hambali dikenal sebagai salah satu tokoh yang memiliki kontribusi penting dalam pengembangan tradisi keilmuan falak di Indonesia. Kiprahnya tidak hanya berada di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga dalam pengembangan praktik dan pemikiran falak yang berkaitan langsung dengan kebutuhan umat.

Salah satu kontribusi yang dikenal luas adalah pengembangan metode penentuan arah kiblat dengan memanfaatkan posisi Matahari. Pengembangan metode tersebut menunjukkan upaya mempertemukan khazanah keilmuan Islam dengan pendekatan astronomi dan teknologi.

Penguatan Tradisi Ilmu Falak UIN Walisongo

Dalam rapat tersebut, Prof. Dr. Muhyar Fanani menegaskan pentingnya menempatkan rencana penganugerahan ini dalam kerangka penguatan tradisi akademik UIN Walisongo, khususnya dalam pengembangan Ilmu Falak.

Ilmu Falak merupakan salah satu bidang keilmuan yang memiliki sejarah panjang di UIN Walisongo. Karena itu, kontribusi para tokoh dan akademisi yang telah mengembangkan disiplin tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan akademik institusi.

Rencana penganugerahan Doktor Honoris Causa kepada KH. Slamet Hambali sekaligus menjadi momentum untuk merefleksikan kontribusi Ilmu Falak dalam menjawab persoalan keagamaan kontemporer melalui pendekatan yang memadukan tradisi keislaman, astronomi, matematika, dan perkembangan teknologi.

Dipersiapkan Secara Akademik dan Kelembagaan

Rapat juga membahas pentingnya mempersiapkan proses pengusulan secara komprehensif dan sesuai dengan ketentuan akademik serta kelembagaan yang berlaku.

Aspek yang menjadi perhatian meliputi rekam jejak keilmuan KH. Slamet Hambali, karya dan pemikirannya, kontribusinya terhadap pengembangan Ilmu Falak, pengabdian kepada masyarakat, serta pengaruh dan relevansi kontribusinya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Kehadiran pimpinan dan unsur akademik dari Pascasarjana, Fakultas Syariah dan Hukum, serta Bagian Akademik menunjukkan adanya sinergi lintas unit dalam mempersiapkan proses tersebut.

Dr. Nur Fathoni, selaku Wakil Direktur Pascasarjana, bersama unsur panitia dan civitas akademika Pascasarjana turut memberikan masukan terkait persiapan akademik dan teknis. Sementara itu, keterlibatan pimpinan Fakultas Syariah dan Hukum menjadi penting mengingat kuatnya keterkaitan bidang Ilmu Falak dengan tradisi keilmuan syariah dan hukum Islam.

Menjadi Bagian dari Penguatan Reputasi Akademik

Rencana penganugerahan Doktor Honoris Causa ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk penghargaan terhadap kiprah KH. Slamet Hambali, tetapi juga menjadi momentum untuk semakin memperkuat tradisi akademik UIN Walisongo dalam mengembangkan ilmu pengetahuan berbasis khazanah Islam yang relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui proses yang terukur, akademik, dan sesuai dengan ketentuan, UIN Walisongo terus berkomitmen memberikan penghargaan terhadap kontribusi para tokoh ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan peradaban (Wd/23/9/26).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *