Pascasarjana News, Semarang, 28 Agustus 2026 — Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag., mengajak mahasiswa baru Pascasarjana meningkatkan kualitas cara berpikir seiring dengan naiknya jenjang pendidikan. Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai pengetahuan, tetapi harus mampu menganalisis, mengembangkan gagasan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Prof. Musahadi saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) Pascasarjana UIN Walisongo Tahun Akademik 2026/2027, Jumat (28/8/2026).

Di hadapan mahasiswa baru, Prof. Musahadi menekankan pentingnya memahami identitas akademik UIN Walisongo, terutama paradigma Unity of Sciences (Kesatuan Ilmu Pengetahuan). Menurutnya, mahasiswa Pascasarjana harus mampu membangun cara pandang integratif dengan mempertemukan berbagai disiplin ilmu dalam memahami persoalan keislaman dan kehidupan.

“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang belajar di UIN Walisongo, tetapi jadilah bagian dari UIN Walisongo yang memahami visi, nilai, tradisi, dan arah pengembangan keilmuannya,” pesannya.

Dari “Apa” Menuju “Mengapa”

Prof. Musahadi menjelaskan bahwa setiap jenjang pendidikan memiliki tuntutan akademik yang berbeda. Mahasiswa S2 dituntut mampu menganalisis dan mengembangkan pengetahuan, sedangkan mahasiswa S3 diarahkan untuk menghasilkan kebaruan dalam keilmuan.

Karena itu, mahasiswa Pascasarjana perlu mengubah pola pertanyaan dari sekadar “apa?” menjadi “mengapa?”, dan selanjutnya “bagaimana kita mengetahui bahwa sesuatu itu benar?”

Menurutnya, perubahan tersebut menandai pergeseran dari sekadar mengetahui menuju kemampuan analitis, metodologis, epistemologis, dan filosofis.

“Jangan hanya pintar secara teoritis, tetapi tidak mampu membaca persoalan nyata. Jangan hanya memiliki banyak pengetahuan, tetapi tidak mampu memberikan kontribusi,” tegasnya.

Mengintegrasikan Knowledge, Reason, dan Praxis

Rektor juga mengingatkan pentingnya mengembangkan tiga kemampuan secara seimbang, yakni knowledge, reason, dan praxis. Penguasaan pengetahuan harus diikuti kemampuan berpikir kritis serta kemampuan menerapkan ilmu dalam kehidupan nyata.

Untuk mendukung proses tersebut, mahasiswa didorong memperluas bacaan dan wawasan, tidak hanya pada bidang keilmuannya, tetapi juga filsafat ilmu, epistemologi, metodologi penelitian, perkembangan ilmu pengetahuan, perubahan sosial, dan pemikiran kontemporer.

Membangun Ekosistem Akademik yang Sehat

Prof. Musahadi juga mengingatkan mahasiswa untuk memahami regulasi dan tata kelola akademik sejak awal. Hal tersebut penting agar proses perkuliahan, penelitian, pembimbingan, hingga penyelesaian tesis dan disertasi dapat berlangsung tertib dan tepat waktu.

Pada saat yang sama, ia meminta seluruh jajaran Pascasarjana terus membangun pelayanan akademik yang terbuka, cepat, dan tepat waktu.

Ilmu untuk Kemaslahatan

Menutup sambutannya, Prof. Musahadi berpesan agar mahasiswa tidak menjadikan gelar sebagai satu-satunya tujuan pendidikan Pascasarjana. Ilmu dan karya akademik harus diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas.

Ia berharap mahasiswa baru mampu menjalani studi dengan sungguh-sungguh, penuh semangat, dan bertanggung jawab sehingga menjadi lulusan yang memiliki kompetensi, integritas, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Semoga ilmu yang Bapak/Ibu peroleh dan karya yang Bapak/Ibu hasilkan dapat menjadikan Bapak/Ibu bagian dari sumber kemaslahatan dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi sesama manusia,” pesannya.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag. secara resmi membuka Orientasi Mahasiswa Baru Pascasarjana UIN Walisongo Tahun Akademik 2026/2027.

(Wd, 28/08/2026)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *