Pascasarjana News, Semarang, 10 Agustus 2026— Profesor Robert W. Hefner menyampaikan orasi ilmiah dalam kegiatan International Seminar on Indonesian Islam and Global Affairs dengan menyoroti posisi strategis Islam Indonesia dalam dinamika dunia global. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa pengalaman umat Islam Indonesia memiliki keistimewaan yang dapat menjadi referensi penting bagi masyarakat internasional dalam memahami hubungan antara Islam, demokrasi, pendidikan, dan modernitas.

Prof. Hefner menjelaskan bahwa pandangannya mengenai Islam Indonesia lahir dari pengalaman panjang selama lebih dari empat dekade melakukan penelitian dan interaksi akademik dengan masyarakat Indonesia. Sejak akhir dekade 1980-an dan terutama dekade 1990-an, fokus utama kajiannya diarahkan pada komunitas Muslim Indonesia, khususnya pesantren, organisasi Islam, dan perkembangan pendidikan tinggi Islam.

Menurutnya, Indonesia memiliki pengalaman unik dalam mengembangkan kehidupan keislaman yang mampu berjalan beriringan dengan demokrasi, pluralisme, dan pembaruan intelektual. Hal tersebut menjadi salah satu aspek yang membedakan pengalaman Islam Indonesia dengan berbagai negara Muslim lainnya.

“Saya telah mempelajari komunitas Muslim Indonesia selama lebih dari 40 tahun, terutama pesantren dan pendidikan tinggi Islam. Dari pengalaman tersebut, saya melihat adanya capaian yang luar biasa dalam perkembangan Islam Indonesia,” ujar Prof. Hefner.

Ia menambahkan bahwa perkembangan perguruan tinggi Islam di Indonesia menunjukkan kemajuan yang signifikan apabila dibandingkan dengan berbagai negara Muslim lain seperti Turki, Mesir, Maroko, dan Tunisia. Meskipun negara-negara tersebut juga memiliki tradisi pendidikan Islam yang kuat, menurutnya sistem pendidikan tinggi Islam Indonesia memiliki karakter dan kualitas tersendiri.

Prof. Hefner menilai bahwa perguruan tinggi Islam di Indonesia telah berhasil mengembangkan pendekatan keilmuan yang menghubungkan studi agama dengan berbagai disiplin ilmu modern. Hal tersebut menjadikan lembaga pendidikan Islam di Indonesia memiliki posisi penting dalam pengembangan wacana Islam global.

Indonesia dalam Dialog Islam Global

Dalam orasinya, Prof. Hefner juga membahas peran Indonesia dan umat Islam Indonesia dalam forum internasional. Ia mengisahkan pengalamannya ketika menghadiri forum R20 (Religion Forum Twenty) yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan G20.

Ia menyampaikan bahwa dirinya diundang dalam forum tersebut karena memiliki pengalaman panjang sebagai pengamat internasional yang mempelajari perkembangan Islam Indonesia. Menurutnya, posisi sebagai akademisi dari luar Indonesia memberikan perspektif tertentu yang dapat diterima oleh komunitas internasional.

Prof. Hefner mengungkapkan bahwa meskipun dirinya memiliki kedekatan intelektual dan emosional dengan Indonesia, ia tetap melihat dirinya sebagai seorang peneliti yang berusaha memahami perkembangan masyarakat Muslim Indonesia secara akademik.

Dalam forum internasional tersebut, ia melihat bahwa banyak peserta dari berbagai negara masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pengalaman Islam Indonesia. Padahal, Indonesia menawarkan contoh penting mengenai bagaimana masyarakat Muslim dapat mengembangkan kehidupan demokratis, menghargai keberagaman, dan membangun masyarakat sipil.

Peran NU dan Muhammadiyah dalam Membentuk Islam Indonesia

Prof. Hefner juga menyoroti peran dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, dalam membangun karakter Islam Indonesia yang moderat dan terbuka.

Ia mengenang perjalanan penelitiannya sejak dekade 1980-an ketika melakukan penelitian lapangan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur yang menjadi salah satu basis penting Nahdlatul Ulama. Melalui penelitian tersebut, ia banyak berinteraksi dengan para tokoh NU maupun Muhammadiyah.

Menurutnya, kedua organisasi tersebut memiliki kontribusi besar dalam membentuk wajah Islam Indonesia yang mampu berdialog dengan perkembangan zaman. NU dan Muhammadiyah tidak hanya berperan dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam pendidikan, sosial kemasyarakatan, dan penguatan nilai demokrasi.

Ia menjelaskan bahwa pengalaman kedua organisasi tersebut memberikan gambaran bagaimana Islam dapat berperan aktif dalam kehidupan publik tanpa kehilangan komitmen terhadap nilai-nilai keagamaan.

Islam Indonesia sebagai Inspirasi Dunia.

Lebih lanjut, Prof. Hefner menyampaikan bahwa banyak pihak internasional tertarik mempelajari Indonesia karena pengalaman Islam Indonesia menawarkan perspektif yang berbeda dalam kajian Islam global.

Dalam berbagai konferensi internasional, ia sering mendapatkan pertanyaan mengapa Indonesia menjadi tempat penting untuk memahami isu Islam, pembangunan, modernitas, demokrasi, dan kehidupan sosial. Menurutnya, pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman Indonesia mulai mendapatkan perhatian lebih besar di tingkat dunia.

Ia menilai bahwa Islam Indonesia dapat menjadi salah satu contoh bagaimana agama, demokrasi, pendidikan, dan keberagaman dapat berjalan secara bersamaan.

Melalui International Seminar on Indonesian Islam and Global Affairs, Prof. Hefner berharap kajian mengenai Islam Indonesia terus dikembangkan dalam ruang akademik internasional. Menurutnya, pengalaman Indonesia memiliki nilai penting untuk memperkaya diskursus global mengenai masa depan dunia Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *