Pascasarjana News, Semarang, Rabu,10 Juni 2026. Hadir sebagai doktor ke 410 di UIN Walisongo, Mamluatur Rahmah menjadi perintis doktor di bidang pengembangan Ilmu Spiritual dan Gerontologi di bawah Kementrian Agama dengan disertasi berjudul PENGARUH SPIRITUALITAS, SYUKUR, DAN MAKNA HIDUP TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DAN KECEMASAN KEMATIAN PADA LANSIA DI PONDOK PESANTREN SEPUH PUTRI PAYAMAN MAGELANG. Dewan Penguji terdiri dari: Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag sebagai ketua sidang, Prof. Dr. H. Hasyim Muhammad, M.Ag sebagai sekretaris sidang, Prof. Dr. Baidi Bukhori, S.Ag., M.Si sebagai promotor, Prof. Dr. H. Abdul Muhaya, M.A, sebagai kopromotor, serta penguji 1-4 yaitu: Prof. Dr. Phil, Asfa Widiyanto, MA (penguji eksternal dari UIN Salatiga), Dr. Widiastuti, M.Ag, Dr. Sulaiman, M.Ag, Nadiatus Salama, M.Si., Ph.D.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh spiritualitas, syukur, dan makna hidup terhadap kesejahteraan psikologis dan kecemasan kematian pada lansia di Pondok Pesantren Sepuh Putri Payaman Magelang, baik secara langsung maupun melalui mediasi kesejahteraan psikologis. Data penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh melalui kuesioner kepada 183 lansia dari total populasi 340 orang. Data dianalisis menggunakan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan software WarpPls 7.0.
Hasil analisis menunjukkan bahwa spiritualitas dan syukur memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis. Variabel makna hidup menjadi faktor paling dominan dalam meningkatkan kesejahteraan psiologis lansia. Adapun spiritualitas berpengaruh signifikan terhadap kecemasan kematian, sedangkan syukur tidak berpengaruh secara langsung dan signifikan. Sementara itu, makna hidup juga berpengaruh signifikan terhadap kecemasan kematian, yang menunjukkan adanya dinamika psikologis lansia yang reflektif dan kompleks dalam memaknai kehidupan dan kematian. Sedangkan kesejahteraan psikologis berpengaruh signifikan terhadap kecemasan kematian, sehingga menjadi faktor penting dalam menjelaskan kondisi psikologis lansia.
Uji mediasi menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis memediasi secara parsial hubungan antara spiritualitas, syukur, dan makna hidup dengan kecemasan kematian. Temuan ini menegaskan peran kesejahteraan psikologis sebagai mekanisme perantara dalam hubungan psikospiritual dengan kecemasan kematian, meskipun kontribusi mediasi yang dihasilkan relatif kecil.
Sebagai perintis penelitian terkait ilmu spiritual dan berbagai aspek kehidupan lanjut usia (lansia) maka tidak diragukan lagi jika Prof. Dr. Phil, Asfa Widiyanto, MA sebagai penguji eksternal, menyebutnya sebagai perintis doktor di bidang ilmu spiritualitas dan gerontologi di bawah Kementrian Agama RI (Wd/10/06/26)
