Semarang, Rabu, 15 April 2026 13.00-15.00, Pascasarjana News
Kontestasi Islam di Kota Surakarta berlangsung sebagai persaingan internal antar kelompok Muslim dengan perbedaan ideologi, kultural, dan epistemologis, yang muncul dalam dakwah, praktik ritual, dan media digital. Hal inilah yang membuat Muhammad Syarifuddin tertarik untuk mengkaji dinamika kontestasi tersebut serta strategi dakwah Majelis Ilmu dan Dzikir Ar Raudhah secara non-konfrontatif, sebagai kajian disertasi.
Hasil penelitian tersebut dipertahankan dalam sidang terbuka pada tanggal 15 April 2026 yang dipimpin oleh rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag sebagai ketua, Prof. Dr. H. Muhammad Sulthon, M.Ag. sekretaris, Prof. Dr. K.H. Awaludin Pimay, Lc., M.Ag Dr. Agus Riyadi, S.Sos.I., M.S.I sebagai promotor dan ko-promotor, Prof. Dr. H. Moch. Nur Ichwan, S.Ag., M.A Dr. H. Anasom, M.Hum Dr. Sulistio, S.Ag., M.Si. Dr. Hatta Abdul Malik, S.Sos.I., M.S.I, masing-masing sebagai penguji 1,2,3, dan 4.
Kepada Dewan Penguji ia menyampaikan bahwa pendekatan yang ia gunakan adalah kualitatif deskriptif-analitis dengan data dari observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan. Semuanya dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi melalui triangulasi sumber, teknik, dan teori. Adapun kerangka analisisnya menggabungkan teori strategi dakwah Al-Bayānūnī dan konsep hegemoni Antonio Gramsci. Hasil menunjukkan kontestasi terjadi di arena ideologis, ruang publik keagamaan, media digital, dan praktik kultural, sementara Majelis Ilmu dan Dzikir Ar Raudhah merespons dengan strategi sufistik-kultural berupa penguatan spiritualitas, sanad keilmuan, keteladanan akhlak, dan pemanfaatan media digital secara persuasif. Strategi ini mencerminkan war of position kultural dan simbolik yang membangun hegemoni moral dan spiritual secara damai dan berkelanjutan. Penelitian ini menghadirkan model dakwah sufistik urban kontemporer sebagai kontribusi teoretis dan praktis bagi kajian ilmu dakwah dalam konteks masyarakat plural dan dinamis (-Wd-).
