Pascasarjana News, Semarang, 30 Agustus 2024 – Pascasarjana UIN Walisongo Semarang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan Guest Lecture bertajuk “Religion and Environment” pada Jumat (30/8/2024). Kegiatan ini menjadi ruang dialog akademik yang mempertemukan para peneliti, dosen, dan mahasiswa untuk mendiskusikan kontribusi agama dalam menjawab tantangan krisis lingkungan global. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari penguatan kerja sama akademik antara BRIN dan Pascasarjana UIN Walisongo Semarang.
Hadir sebagai narasumber Natsuki Chubachi dari Kyoto University, Jepang, yang memaparkan hasil riset mengenai hubungan agama, etika lingkungan, dan respons masyarakat Muslim terhadap isu perubahan iklim. Kajian yang disampaikan menyoroti bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat menjadi landasan dalam membangun tata kelola lingkungan yang berkelanjutan dan berkeadilan. Topik tersebut sejalan dengan fokus penelitian Natsuki Chubachi mengenai hukum dan etika lingkungan Islam.
Narasumber kedua, Dr. Aji Sofanudin, S.Pd.I., M.Si., selaku Kepala Pusat Riset Agama dan Kepercayaan BRIN, menjelaskan pentingnya riset multidisipliner dalam mengkaji keterkaitan agama, masyarakat, dan lingkungan. Menurutnya, tantangan ekologis dewasa ini tidak hanya membutuhkan pendekatan ilmiah, tetapi juga penguatan nilai-nilai keagamaan yang mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pembangunan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Muhyar Fanani, M.Ag., menegaskan bahwa isu lingkungan telah menjadi salah satu agenda penting dalam pengembangan kajian keislaman kontemporer. Perguruan tinggi, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk melahirkan gagasan, riset, dan aksi nyata yang mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“Kajian agama tidak lagi berhenti pada aspek normatif, tetapi harus mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan kemanusiaan, termasuk krisis lingkungan. Melalui forum akademik seperti ini, Pascasarjana UIN Walisongo terus mendorong lahirnya perspektif keilmuan yang integratif, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan,” ungkap Prof. Muhyar Fanani.
Antusiasme peserta yang terdiri atas mahasiswa Program Magister dan Doktor, dosen, serta peneliti menunjukkan besarnya perhatian sivitas akademika terhadap isu lingkungan dari perspektif keagamaan. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai etika lingkungan, kebijakan publik, perubahan iklim, serta peran komunitas keagamaan dalam menjaga keberlanjutan bumi.
Melalui penyelenggaraan Guest Lecture ini, BRIN dan Pascasarjana UIN Walisongo Semarang berharap dapat memperkuat jejaring riset internasional sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi akademik yang menghasilkan rekomendasi ilmiah bagi penyelesaian persoalan lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Pascasarjana UIN Walisongo dalam mengembangkan studi agama yang responsif terhadap tantangan global, khususnya pada isu lingkungan dan keberlanjutan. (Wd/30/8/24).
