Pascasarjana News, 4/11/2021.

Semarang- Pada 4 November 2021, Pascasarjana UIN Walisongo menyelenggarakan Seminar International yang ketiga dengan nama AICMAI III (Annual International Conference on Multidisiplinary Approach to Islam) dengan tema: “Reinventing Walisongo in History: Past, Present, and Future”. Seminar ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta dari dalam maupun luar negeri. Para pembicara yang diundang adalah Prof. Dr. Martin van Bruinessen (Utrecht University, Netherlands), Florian Pohl, Ph.D (Oxford College of Emory University), Prof. Shahran Kasim (International Institute of Islamic Thought East and South East Asia), Prof. Dr. H. Abdurrahman Mas’ud (Director of Pascasarjana UIN Walisongo 2000-2006), Dr. H. Ahmad Baso (Researcher of Islam Nusantara), Dr. H. Samidi (Head of Balitbang Jawa Tengah), H. Anashom, M.Hum (Lecturer of UIN Walisongo).

Dalam AICMAI III ini diperbincangkan beragam topik seputar Walisongo seperti Walisongo dan kearifan lokal, bukti-bukti sejarah Walisongo, Walisongo dalam pandangan para cendekiawan Barat, Walisongo sebagai pemikiran filsafat, Walisongo dan Islam nusantara, Walisongo dan Islam moderat, Walisongo dan studi naskah kuno, Walisongo dalam pandangan generasi milenial, Walisongo dan studi Jawa, serta Walisongo dan kerukunan beragama di Indonesia. Para pembicara sepakat bahwa Walisongo memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan Islam di Indonesia. Walisongo merupakan salah satu jejak sejarah yang dapat dijadikan pedoman dalam menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan beragama kontemporer baik pada level global, regional, maupun lokal. Ajaran-ajaran Walisongo yang abadi dapat memberikan kontribusi dan membantu para ilmuwan menemukan rumus-rumus untuk menjaga keharmonisan dalam kehidupan antaragama.

Namun, penelitian yang berkaitan dengan peran kepemimpinan keagamaan ini masih sangat minim. Salah satu alasan utamanya adalah kurangnya forum ilmiah yang membahas hal ini di kancah internasional. Forum seminar internasional ini memfasilitasi para cendekiawan Muslim dan non-Muslim dari berbagai bidang studi untuk berbagi pandangan dan tanggapan mereka mengenai Walisongo sebagai fakta sejarah. Untuk itu, konferensi ini difokuskan untuk menelaah berbagai perspektif, interpretasi, dan tanggapan terhadap keberadaan Walisongo sebagai bagian dari sejarah kehidupan keagamaan dan sosial dalam cakupan yang lebih luas. Liputan seminar AICMAI III secara lengkap dapat dilihat pada link berikut (MF 7/11/2021: https://www.youtube.com/live/8RVYBPOGHCw?si=5f2cjrAgAwQSH5OU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *