Pascasarjana News, Semarang, Kamis, 5 November 2026 – Pascasarjana UIN Walisongo Semarang menghadirkan Stéphane Lacroix, Associate Professor Ilmu Politik dari Sciences Po, Prancis, sebagai guest lecturer dalam International Seminar bertajuk “Political Islam in a Changing Era: Understanding Contemporary Islamic Politics in the Middle East”. Dalam forum akademik internasional tersebut, Lacroix mengulas transformasi hubungan negara dan otoritas keagamaan di Arab Saudi serta implikasinya terhadap perkembangan politik Islam di kawasan Timur Tengah.
Sebagai akademisi dan peneliti yang dikenal secara internasional dalam kajian gerakan Islamis, Salafisme, serta dinamika agama dan politik di Timur Tengah, khususnya Arab Saudi dan Mesir, Lacroix memberikan perspektif kritis mengenai perubahan konfigurasi kekuasaan politik dan keagamaan di kawasan tersebut.
Dalam paparannya, Lacroix menjelaskan bahwa Arab Saudi sedang mengalami transformasi besar dalam hubungan antara negara dan ulama. Negara semakin menempati posisi dominan dalam menentukan arah kehidupan keagamaan, sementara otonomi ulama dalam struktur politik dan kelembagaan mengalami penyusutan.
Menurut Lacroix, perkembangan ini menunjukkan bahwa sistem politik Arab Saudi semakin memperlihatkan karakteristik yang serupa dengan negara-negara Arab lainnya. Negara berada pada posisi yang lebih tinggi daripada otoritas agama, bukan lagi menempatkan keduanya pada tingkat otoritas yang relatif sejajar.
Ia menekankan pentingnya membedakan analisis institusional mengenai hubungan negara dan agama dengan kajian tentang respons masyarakat Saudi. Fokus kajiannya adalah bagaimana perubahan struktur kekuasaan membentuk ulang hubungan antara negara dan institusi keagamaan, bukan semata-mata bagaimana masyarakat menerima atau merasakan perubahan tersebut.
Salah satu indikasi penting dari transformasi ini adalah semakin terbatasnya otonomi ulama dalam mengembangkan aktivitas dakwah Salafi (Salafi da’wah). Penyusutan ruang gerak tersebut berkaitan dengan berkurangnya pengaruh ulama dalam struktur kekuasaan domestik Arab Saudi.
Lebih jauh, Lacroix menegaskan bahwa perubahan tersebut tidak hanya berdampak pada politik domestik Arab Saudi, tetapi juga berpotensi membawa konsekuensi luas bagi perkembangan politik Islam di kawasan Timur Tengah. Selama ini, Arab Saudi memiliki pengaruh besar dalam membentuk orientasi, wacana, dan arah perkembangan politik Islam regional. Karena itu, pergeseran otoritas dari ulama menuju negara dapat memengaruhi jaringan dakwah, produksi otoritas keagamaan, serta konfigurasi gerakan Islam di berbagai negara.
Paparan Lacroix memberikan perspektif penting bahwa politik Islam kontemporer bukanlah fenomena yang statis. Relasi antara agama, ulama, dan negara terus mengalami negosiasi dan perubahan mengikuti perkembangan struktur kekuasaan, kebijakan politik, serta dinamika institusi keagamaan.
Kehadiran Stéphane Lacroix sebagai guest lecturer dalam seminar internasional ini menjadi bagian dari upaya Pascasarjana UIN Walisongo Semarang memperkuat wawasan akademik global dan memperluas dialog keilmuan dengan para pakar internasional. Forum ini sekaligus memberikan kesempatan kepada sivitas akademika, mahasiswa pascasarjana, dan peserta seminar untuk memahami dinamika politik Islam Timur Tengah melalui perspektif ilmu politik dan sosiologi agama.
Melalui kegiatan ini, Pascasarjana UIN Walisongo menegaskan komitmennya untuk mengembangkan tradisi akademik yang terbuka terhadap perkembangan pemikiran global, sekaligus memperkuat kapasitas sivitas akademika dalam membaca perubahan dunia Islam secara kritis, komprehensif, dan multidimensional.
Tentang Narasumber
Stéphane Lacroix merupakan Associate Professor Ilmu Politik di Sciences Po, Prancis. Ia dikenal sebagai peneliti internasional dengan fokus kajian pada gerakan Islamis, Salafisme, serta hubungan agama dan politik di Timur Tengah, terutama Arab Saudi dan Mesir. Karya-karyanya memberikan kontribusi penting dalam memahami perkembangan gerakan Islam dan transformasi politik keagamaan di dunia Arab (Wd).
