
Pascasarjana News, Semarang, Minggu, 20 September 2026 — Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nazaruddin Umar mengajak sivitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang untuk menghadirkan wajah agama yang penuh kasih sayang, kedamaian, dan cinta. Pesan tersebut disampaikan dalam Kuliah Subuh di Masjid Kampus 3 UIN Walisongo Semarang dalam rangkaian kegiatan MTQ Nasional ke-31.
Di hadapan jamaah dan keluarga besar UIN Walisongo, Prof. Nazaruddin Umar menyampaikan bahwa hakikat ajaran agama sesungguhnya berakar pada nilai rahmat. Menurutnya, seluruh pesan kitab suci bermuara pada satu nilai universal, yaitu cinta yang menghubungkan manusia dengan Allah, sesama manusia, dan seluruh ciptaan-Nya.
Mengawali kajiannya tentang Surah Al-Fatihah, Menteri Agama menjelaskan kedudukan surah tersebut sebagai induk dari seluruh kitab (ummul kitab). Ia menguraikan bahwa jika seluruh pesan kitab suci dirangkum, maka inti terdalamnya adalah kasih sayang Allah.
“Kalau seluruh kitab suci dipadatkan, maka pemadatannya adalah Surah Al-Fatihah. Kalau Surah Al-Fatihah dipadatkan, maka intinya terdapat dalam Ar-Rahman Ar-Rahim. Dua kata ini berasal dari kata rahmat, dan rahmat berarti cinta,” ungkap Prof. Nazaruddin Umar.
Menurutnya, kalimat Bismillahirrahmanirrahim bukan sekadar pembuka bacaan, tetapi menggambarkan karakter utama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Spirit tersebut harus menjadi fondasi dalam membangun kehidupan beragama yang menghadirkan kedamaian dan kemaslahatan.
“Kalau agama ingin disebut dalam satu kalimat, maka agama adalah cinta. Cinta menjadi titik temu dari seluruh ajaran agama dan nilai utama yang dibawa kitab-kitab suci,” tuturnya.
Al-Qur’an sebagai Sumber Inspirasi Peradaban
Prof. Nazaruddin Umar juga mengajak sivitas akademika UIN Walisongo untuk terus mengembangkan tradisi keilmuan yang tidak hanya mendalami teks agama, tetapi juga menggali pesan moral dan kemanusiaan yang terkandung di dalamnya.
Menurutnya, Al-Qur’an harus dipahami sebagai sumber inspirasi dalam membangun peradaban. Kajian terhadap Al-Qur’an tidak berhenti pada aspek bacaan (tilawah), tetapi harus melahirkan pemahaman (tadabbur) dan pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan.
“Al-Qur’an adalah petunjuk yang terus membuka ruang pemaknaan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan peradaban manusia,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan beriringan dengan nilai spiritual dan tanggung jawab moral. Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence), perlu diarahkan untuk kemanfaatan manusia dan menjaga martabat kemanusiaan.
Memperkuat Misi UIN Walisongo sebagai Kampus Ilmu yang Berbasis Nilai
Kehadiran Menteri Agama RI dalam Kuliah Subuh di Masjid Kampus 3 UIN Walisongo menjadi momentum penting bagi penguatan visi perguruan tinggi Islam dalam mengintegrasikan ilmu, agama, dan kemanusiaan.
Spirit Agama Cinta yang disampaikan Prof. Nazaruddin Umar sejalan dengan semangat pengembangan keilmuan UIN Walisongo yang menempatkan nilai-nilai Islam sebagai sumber inspirasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan sosial.
Melalui kegiatan tersebut, keluarga besar UIN Walisongo diajak untuk terus menghadirkan Islam yang menebarkan rahmat, memperkuat persaudaraan, serta berkontribusi dalam membangun peradaban yang damai dan berkeadaban.
Kuliah Subuh bersama Menteri Agama RI ini menjadi pengingat bahwa MTQ Nasional ke-31 bukan hanya perhelatan kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga momentum untuk menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman membangun kehidupan yang penuh cinta dan kasih sayang (Wd/20/9/26).
