Home / KOLOM DIREKTUR / HARTA DAN INVESTASI “BODONG”

HARTA DAN INVESTASI “BODONG”

Assalamualaikum wrwb.
     Puji syukur hanya untuk Allah. Nikmat dan karunia-Nya pada kita, tak terhingga. Mari kita bersyukur, yakinlah Allah akan menambah nikmat-Nya. Shalawat dan salam kita senandungkan pada Rasulullah saw, keluarga, sahabat dan umat beliau.
     Manusia diberi karakter ingin cepat kaya. Karena hidup fakir dan miskin itu – kalau seandainya boleh memilih – tidak enak, kurang percaya diri dan cenderung minder dalam lingkungan yang berkecukupan. Karena orang kaya kepengin apa saja bisa terpenuhi. Namun demikian Allah mengingatkan supaya manusia bisa memposisikan diri untul tidak menjadi budak harta, dan harta/uang hanyalah alat untuk mengabdi kepada Allah, baik dalam wujud ibadah murni ritual maupun dalam ibadah sosial.
     Manusia diberi naluri cinta harta. Harta dan uang memang bukan segalanya. Tetapi segala sesuatu butuh uang. Bagi orang yang memahami bahwa harta itu hanyalah alat,  bukan tujuan, maka menjemput rizki adalah bagian dari ibadah. Dan setelah mendapatkan amanah titipan rizqi Allah, dia menyadari dan merasa cukup, untuk dapat ditasarrufkan dalam jalan Allah, untuk nafkah isteri, anak, dan keluarga. Sebagian disisihkan untuk membayar zakat, infaq, sadaqah, hibah,  dan waqaf.
     Saudaraku, sudah terjadi berulang-ulang seseorang atau kelompok yang melakukan usaha atau bisnis, baik itu investasi atau iming-iming umrah atau haji dengan biaya sangat murah, akan tetapi ujung-ujungnya menipu. Baru-baru ini di wilayah Jawa Barat, mencuat kasus investasi bodong, atas nama koperasi. Modusnya, investor pada bulan-bulan awal, dijanjikan keuntungan (return) hingga 10%/bulan. Kalau satu tahun berarti 120%.
     Bagi orang yang faham atau setidaknya mengerti dunia bisnis, pasti tahu dan menyadari bahwa setiap ada usaha melalui jasa investasi atau lembaga keuangan, yang menjanjikan keuntungan atau “bagi hasil” – supaya dinilai syariah – yang prosentase atau equivalent rate-nya tinggi atau bahkan sangat tinggi, adalah indikasi penipuan.
     Belum lama juga ada biro umrah dan haji khusus, yang beroperasi di Jawa Tengah dan sempat iklan dan promosi tiap sore di lembaga penyiaran publik TVRI, akhirnya menipu juga. Biro ini juga sering mencatut nama dan logo MUI. Milyaran uang calon jamaah ditilep, tidak bisa dipertanggungjawabkan. Jamaah tidak jadi berangkat umrah atau haji, dan uangnya tidak kembali.
     Saudaraku yang dirahmati Allah. Islam memberi rambu-rambu, pertama, harta itu penting tetapi tidak segalanya. Kedua, rizqi kita itu sudah ada jatah masing-masing. Kita memang wajib berusaha dan bekerja keras tetapi dengan cara yang wajar, lumrah, masuk akal,  dan yang penting halal. Ketiga, kalau ada orang atau lembaga keuangan menawarkan bisnis dengan imbalan yang tidak wajar seperti bagi hasil bank, atau misalnya lebih menjanjikan sedikit di atas bank yang masih dalam batas kewajaran, maka sekali lagi itu indikasi awal penipuan dan penggelapan.
     Rasulullah saw menempatkan pedagang yang jujur atau التاجر الصدوق ke dalam kelompok para Nabi dan Ulama, yang dijanjikan masuk surga. Mengapa, karena bersikap jujur dalam berdagang itu susah atau tidak mudah. Beda dengan dunia akademik atau pendidikan. Yang menjadi tempat pelatihan dan pendidikan kejujuran.
    Salah satu tabiat manusia, jika membeli minta timbangan atau takaran dilebihi, tetapi kalau menjual sesuatu, timbangan atau takarannya dikurangi. Orang-orang seperti ini diancam dengan neraka wail. Mereka lupa jika kelak di akhirat akan dibangkitkan, rekamannya tersmpan rapi di Sijjin secara tertulis (QS. Al-Muthaffifin: 1-9).
     Karena itu, mari kita waspada. Antrian tunggu haji memang cukup panjang. Di Jawa Tengah saja antara 23-24 tahun yang daftar bulan Januari atau Pebruari 2017. Biro travel yang merangkap jasa investasi menawarkan biaya murah sangat murah. Bahkan pengalaman musim haji tahun lalu, sampai menggunakan paspor Philipina, dan biayanya hingga 200 juta rupiah. Mendingan jika mereka masih bisa haji karena belum ketangkap aparat. Kasihan saudara kita yang sudah bayar mahal,tidak jadi berangkat haji, masih harus disekap oleh aparat penegak hukum di Philipina.
     Mari kita posisikan diri kita sebagai hamba Allah SWT yang baik, cerdas, dan taat ajaran agama dan hukum. Ingin kaya dan sukses, lakulanlah dengan cara yang profesional, amanah, transparan, dan jujur. Rasulullah saw telah mendidik dan memberi contoh kepada umatnya kala membawa dagangan seorang saudagar kaya, Siti (Sayyidati) Khadijah, dengan jujur dan membawa keuntungan yang luar biasa. Nabi pun mendapat gelar al-amin (الأمين) atau orang yang dipercaya.
    Berkat kejujuran Nabi Muhammad muda itu, karena dalam usia 25 tahun, sang Juragan, Siti Khadijah jatuh cinta. Rupanya, kejujuran itu berbuah cinta dan kasih sayang abadi, karena cinta suci Siti Khadijah bersambut, dan akhirnya dibingkai dalam bahtera rumah tangga setelah pernikahan suci dilakukan.
     Hukum Allah, hukum alam, atau natural law mengatur, orang usaha itu butuh kesabaran. Tidak bisa instan. Menjadi orang kaya itu  dianjurkan, selain rajin,  ulet,  bekerja keras, dia juga harus hemat. Rasulullah saw pernah berdoa memohon perlindungan kepada Allah dari kefakiran dan kekafiran. اللهم اني أعوذ بك من الفقر والكفر artinya “Ya Allah, kami mohon perlindungan kepada-Mu dari keadaan fakir dan kafir”(Riwayat Ahmad dan al-Thabrany).
     Orang yang kaya, akan bisa dan mampu membayar zakat yang banyak, infaq,  sadaqah, waqaf dan hibah. Orang yang kaya dapat membantu saudara kita yang kesusahan, baik yang berada si panti asuhan, panti yatim piatu,panti jompo, dan lain-lain. Orang kaya dapat membawa mati hartanya guna bekal menghadap Allah di alam barzah dan alam keabadian, apabila bisa sadaqah jariyah, karena pahalanya akan terus mengalir selama hasil dari jariyahnya masih dimanfaatkan.
    Dan yang penting, di akhirat nanti, akan diminta pertanggungjawaban dari mana rizqi kita didapat dan setelah didapat untuk apa dibelanjakan? Sekali lagi, waspadalah. Berusaha dan berikhtiar yang wajar, rasional, halal dan terbuka, agar hasil yang kita peroleh akan memberi manfaat dan keberkahan hidup di dunia dan akhirat.
اللهم بارك لنا حياتنا في رزقنا وعلمنا وعملنا واولادنا وذرياتنا وصحتنا وطول عمرنا برحمتك يا أرحم الراحمين الله أعلم بالصواب
Selamat menikmati akhir pekan, bercengkrama bersama keluarga, semoga kebahagiaan dan keberkahan Allah memayungi Anda.
Wassalamualaikum wrwb.
Ngaliyan, Semarang, 5/2/2017.

Check Also

ISTAFTI QALBAKA WA LAU AFTAAKA N-NAS (56)

Oleh Ahmad Rofiq Assalamualaikum wrwb.        Segala puji hanya milik Allah.  Mari kita …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *