Home / BERANDA / AKHLAK MULIA ADALAH MUARA SEMUA IBADAH

AKHLAK MULIA ADALAH MUARA SEMUA IBADAH

Assalamualaikum wrwb.
الله اكبر ٩x الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا لا اله الا الله وحده صدق وعده ونصر عبده واعز جنده وهزم
الاحزاب وحده لااله الا الله ولا نعبد الا اياه مخلصين له الدين لا اله الا الله الله اكبر الله اكبر ولله الحمد
الحمد لله الذي ارسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله وكفى بالله شهيدا والذى بعثه لاتمم مكارم الاخلاق اشهد ان لا اله
الا الله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله لا نبي بعده اللهم صل وسلم على سيدنا وحبيبنا و شفيعنا وقرة اعيننا محمد صلى
الله عليه وسلم وعلى اله واصحابه ومن تبعه الى يوم الدين اما بعد فيا عباد الله اتقوا الله حق تقته ولا تموتن الا وانتم مسلمون قال الله
تعالى وهو اصدق القائلين فبما رحمة من الله لنت لهم ولو كنت فظا غليظ القلب لا نفضوا من حولك فاعف عنهم واستغفر لهم وشاور هم
في الامر فاذا عزمت فتوكل على الله ان الله يحب المتوكلين صدق الله العظيم

Saudaraku Kaum Muslimin dan Muslimat yang dimuliakan Allah.
Allah Akbar 3x.
Saudaraku, mari kita ungkapkan puji dan syukur ke hadirat Allah. Hanya atas limpahan anugerah
dan inayah-Nya semata, kita sehat afiat dan dapat melaksanakan ibadah shalat Idul Fitri dengan
khusyuk. Semoga ibadah puasa selama satu bulan, dengan penuh keimanan dan muhasabah kita
diterima oleh Allah. Semoga semua dosa kita setahun yang lalu telah diampuni oleh Allah ‘Azza wa Jalla.
Shalawat dan salam mari kita senandungkan untuk Baginda Rasulullah Muhammad saw, keluarga,
sahabat, dan para pengikut yang istiqamah meneladani beliau. Semoga semua urusan kita dimudahkan
oleh Allah dan kelak kita mendapat syafaat beliau.
Dalam kesempatan yang berbahagia ini, mari kita kuatkan tekad, setelah kita bermunajat, berdzikir,
dan memohon kepada Allah, dikaruniai rizki yang mudah, halal, banyak, dan berkah. Agar kesucian diri
kita setelah masa pencucian oleh Allah melalui puasa di bulan penuh rahmat dan kasih sayang, dan
ampunan, dapat kita jaga dan lestarikan fithrah kita, untuk mengisi sebelas bulan yang akan datang.
Rasulullah saw mengingatkan:

لو تعلم امتي ما في رمضان من الخير لتمنت ان تكون السنة كلها رمضان
“Seandainya umatku mengetahui kebaikan yang ada dalam bulan Ramadhan, sungguh mereka
mengharapkan satu tahhn semuanya adalah Ramadhan”.
Namun sayangnya, boleh jadi karena keawaman atau kedangkalan rasa keberagamaan kita, kita
belum mampu menyadari bahwa kala matahari akhir bulan Ramadhan beringsut memasuki
peraduannya, kita pada umumnya tidak sedih, akan tetapi justru bergembira. Mudah-mudahan dengan
menjalani puasa di bulan suci Ramadhan, kita digembleng menjadi pribadi-pribadi yang berintegritas,
sebagai wujud dari akhlaqul karimah, kita mampu menjaga dan melestarikannya, mendasari dan
mewarnai prilaku kita sehari-hari.
Rasululllah saw menegaskan:

انما بعثت لاتمم مكارم الاخلاق

“Sesungguhnya aku diutus (oleh Allah) hanyalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak”.
Hadits tersebut menegaskan, bahwa Rasulullah saw diutus oleh Allah dengan membawa risalah Al-
Quran, adalah semata-mara bertujuan untuk membangun akhlaqul karimah atau akhlak yang mulia.
Dengan akhlaqul karimah, seseorang akan mampu memahami ayat-ayat Allah, baik ayat-ayat AlQuran
maupun ayat-ayat kauniyah yang dihamparkan di antara langit dan bumi, sebagai tanda-tanda
kekuasaan dan kebesaran Allah.
QS. Al-Baqarah 185 menegaskan bahwa “pada bulan Ramadhan Allah menurunkan permulaan Al-
Quran, sebagai petunjuk dan penjelas dari petunjuk dan pemisah (antara yang batil dan yang haq)”. Al-
Quran juga bertujuan sebagai obat atau penyembuh manusia (syifa’ li n-nas) dan kasih sayang bagi

1 Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA., Guru besar dan Direktur Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, Ketua Forum
Direktur Pascasarjana PTKIN se-Indonesia masa khidmat 2016-2019, dan Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Jawa
Tengah.

orang-orang yang beriman (rahmatan li l-mu’minin) (QS. Al-Isra’ (17): 82)”. Masih banyak penegasan Al-
Quran tentang fungsi Al-Quran bagi kehidupan manusia.
Allah akbar 3x
Pertanyaannya adalah, apakah dalam realitanya, orang-orang yang mengaku beriman, percaya, dan
meyakini kebenaran Al-Quran, sudah mampu mengimplementasikan nilai-nilai Al-Quran dalam
kehidupan nyata sehari-hari. Apakah dalam kehidupan kita sehari-hari, kita yang sudah dicuci dan
dibersihkan selama satu bulan ini, sudah menemukan kembali akhlaqul karimah atau berbuat kebaikan
dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena sesungguhnya ihsan inilah buah dari iman dan islam kita.
Alhlaqul karimah itu adalah hasil dari kita berakidah dan bersyariah. Akidah dan syariah tanpa akhlaqul
karimah, laksana kita bertani, bercocok tanam, namun buahnya tidak bisa dipanen, karena kekeringan
atau puso karena dibajak oleh hama atau hewan pembajak lainnya.
Suatu saat seseorang bertanya kepada Ummu l-Mu’minin Aisyah ra, “bagaimana berakhlak
sebagaimana akhlak Rasulullah saw?” Aisyah ra mengatakan: “Takhallaquu bi akhlaqi Allah, wa kaana
khuluquhu l-Qur’an”. Artinya “Berakhlaklah dengan akhlak Allah, dan akhlaq-Nya adalah al-Quran”.
Apabila kita memahami akhlak dari perspektif “bangunan” dari iman, islam, ihsan, maka berakhlak
dengan akhlak Allah, maka kita berkhlaq dengan tuntunan Al-Qur’an. Artinya, dalam praktik kehidupan
bermuamalah sehari-hari sudah berada pada pengamalan ihsan. Ihsan secara bahasa artinya berbuat
baik. Dalam penjelasan Rasulullah saw kepada malaikat Jibril yang menampilkan sosok laki-laki muda
ketika bertanya tentang ihsan, beliau menegaskan” “an ta’buda Allaha ka annaka taraahu fa in lam
yakun yaraahu fa innahuu yaraaka” artinya “apabila kamu beribadah (menyembah) Allah, seakan-akan
kamu melihat-Nya, maka apabila kamu tidak “mampu” melihatnya, maka yakinlah bahwa sesungguhnya
Dia melihatmu”.
Dengan kata lain dapat ditegaskan, bahwa cerminan sosok seorang muslim/muslimah dalam
kehidupan sehari-harinya, ia tampil selalu rapi, rajin, bertutur kata yang lembut, suara yang nyaman
didengar, menghormati orang lain seperti ia memperlakukannya pada dirinya sendiri. Ia selalu berusaha
menjadi yang terbaik, dari aspek iman, islam, dan ihsan. Iman fondasi dan bangunannya di hati dan
fikiran. Islam kita bangun dengan pembuktian ucapan lisan, dan pengamalan anggota badan,
menjalankan syariat agama Islam, melalui kesaksian dalam syahadat Tauhid dan Rasul, mengerjakan
shalat, membayar zakat, menjalani puasa, dan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu biaya,
perjalanan, dan kesehatan.
Keimanan kita kepada Allah dan rukun iman lainnya, kita tampilkan misalnya dalam diri kita yang
menjadi “cermin” bagi kekuasaan dan kebesaran Allah, Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Maha
Pengasih yang senantiasa mengasihi tanpa pilih kasih, kepada siapa pun yang taat dan maksiyat tetap
saja dikasihi. Maha Penyayang yang senantiasa menyayangi hamba-hamba-Nya yang taat dan berbakti
serta mengabdi kepada-Nya.
Rasulullah saw menunjukkan karakter diri beliau, “yang karena kasih sayang Allah, bersikap lemah
lembut, tidak keras dan kasar kepada orang lain, pemaaf dan bahkan memohonkan ampunan kepada
Allah. Dalam menyelesaikan suatu urusan beliau mengajak bermusyawarah. Dan ketika memiliki
kemauan atau tekad yang tinggi, beliau tetap rendah hati dan penuh kepasrahan bertawakkal kepada
Allah. Karena Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang bertawakkal” ( QS. Ali ‘Imran: 159).
Orang yang beriman akan selalu menjaga tutur katanya dengan baik, atau jika tidak bisa bertutur
kata yang baik, maka lebih baik diam, menghormati tetangga, dan para tamu-tamu yang
mengunjunginya” (Riwayat Bukhary dan Muslim). Orang tua kita bilang “diam itu emas”. Aroma mulut
orang yang berpuasa itu, “wangi” atau “harum” laksana wanginya minyak misik atau kasturi, yang
harganya cukup mahal. Karena ia bisa menjaga, ia rela tidak bicara jika tidak benar apa yang dibicarakan.
Dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah, orang yang berakhlak Al-
Quran, ia wujudkan hidup dalam keseimbangan antara ibadah mahdlah dan ibadah sosialnya. Karena
ibadah mahdhah atau ritual yang sering disebut dengan hablun min Allah tidak akan banyak arti dan

manfaatnya jika tidak dibuktikan dengan ibadah sosial yang seimbang. Apakah dia bertindak untuk dan
atas nama dirinya sendiri, ketika ia bertindak untuk dan atas nama badan, organisasi, atau lembaga di
mana dia mengabdikan dirinya.
Rasululah saw menegaskan, “orang Islam yang beragama secara berkualitas adalah manakala ia
mampu menjaga kenyamanan orang lain dari tutur kata lisan dan dampak dari tangan kekuasaannya dan
orang yang hijrah adalah hijrah meninggalkan dari apa yang dilarang oleh Allah” atau “al-muslim man
salima l-muslimuna min lisaanihi wa yadihi wa l-muhajir man haajara maa nahaa Allah ‘anhu”.
Bahkan ketika Rasulullah saw menjelaskan tentang kemabruran ibadah haji umat beliau, dijelaskan
bahwa kemabruran haji itu indikatornya adalah “menebar kebahagiaan atau keselamatan, memberi
makan orang yang membutuhkan, bersilaturrahim menyambung persaudaraan, dan menjalankan shalat
di kala kebanyakan orang sedang pada tidur nyenyak”. (Riwayat at-Tirmidzi dinyatakan shahih).
Jika dicermati, hadits tersebut, tiga indikator pertama adalah ibadah sosial, dan indikator keempat,
adalah ibadah ritual shalat malam. Tentu seseorang akan rajin bangun malam, manakala shalat
maktubatnya sudah dipenuhi dan jalaninya dengan sangat baik. Mana mungkin orang yang misalnya
ada, shalatnya setahun dua kali (Idul Fitri dan Idul Adlha), ia bisa menikmati nilai dan nikmatnya
beribadah kepada Allah di kesunyian malam.
Allah akbar wa liLlahi l-hamd.
Orang yang berakhlaqul karimah, ia akan sisihkan sebagian rizqinya untuk diberikan kepada orang-
orang fakir miskin, dan membantu kepentingan umat, baik dalam keadaan longgar maupun sempit. Ia
tahan amarahnya dan lebih memilih menjadi pemaaf. Penyimpan dendam dan sikap tidak memaafkan
orang lain, apalagi meminta maaf, hanyalah menjadi penyiksa dirinya sendiri yang secara pelan namun
pasti akan menggerogoti ketahanan fisiknya sendiri.
Orang yang berakhlaqul karimah, tidak akan tega hati berbuat mendhalimi dirinya sendiri, meskipun
kelihatannya dia sedang mendhalimi orang lain. Karena sesungguhnya berbuat kedhaliman pada orang
lain sama halnya mendhalimi dirinya sendiri. Rasulullah saw mengingatkan: “Laisa minnaa man lam
yarham shaghiirana wa lam yuwaqqir shaghiiranaa” artinya “tidak termasuk golonganku, orang yang
tidak menyayangi yang lebih dewasa, dan tidak menyayangi yang lebih kecil dari kami” (Riwayat Abu
Dawud dan at-Tirmidzi).
Orang yang berakhlaqul karimah, akan terus berusaha menjaga atau kesucian dirinya. Ibnu Sina
menegaskan, fithrah manusia adalah angan, keinginan, dan amal perbuatan yang selalu ingin yang baik,
benar, dan indah. Sama sekali tidak terlintas dalam dirinya yang fithrah itu, angan, obsesi, dan apalagi
niat untuk melakukan kejahatan. Karena dalam diri kita sebenarnya, sudah diberi chip sensorik, yang
bisa menjaga manusia, berupa segumpal darah, yang apabila baik, semua anggota tubuhnya menjadi
baik. Namun sebaliknya, jika segumpal darah itu tidak baik, maka yang terjadi semua anggota tubuhnya
akan rusak, itulah yang disebut qalbu.
Qalbu artinya bergerak-gerak. Karena itu, kita musti menjaga, agar senantiasa terjaga untuk lurus
pada jalan Allah, ash-shiratha l-mustaqim, dan beristiqamah. Selain kita terus berdoa memohon kepada
Allah, “ya muqalliba l-quluubi, tsabbit qalbii ‘alaa diinika” artinya “wahai Dzat yang menggerak-gerakkan
hati, tetapkanlah hatiku, untuk mengiktuti agama-Mu”.
Semoga Allah memberi pertolongan dan kemudahan kita untuk mampu secara bertahap berakhlak
dengan Akhlak Allah, yakni akhlaq Al-Quran, karena itulah Akhlak Rasulullah saw. Sosok manusia
sempurna (insan kamil) sebagai uswatun hasanah (teladan yang baik). Semoga kita mampu hidup
istiqamah dan kelak Allah memanggil kita dalam keadaan husnul khatimah.
Allah SWT menegaskan dalam al-Quran surat al-A’raf (7): 96,

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Dan sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan
kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka
Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (AS. Al-A’raf (7): 96). Allah a’lam bi sh-shawab.

الله اكبر x7 الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا لا اله الا الله وحده صدق وعده ونصر عبده واعز جنده وهزم
الاحزاب وحده لا اله الا الله ولا نعبد الا اياه مخلصين له الدين ولو كره المنافقون لا اله الا الله الله اكبر الله اكبر ولله الحمد
اَلْحَمْدُ لله الذي نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ من شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَمن سَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا،م َنْ يَهْدِه اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ
وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَاللهِ: اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ
اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
قال الله تعالى فى القران الكريم: وَإِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ زُبُرًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ فَذَرْهُمْ فِي
غَمْرَتِهِمْ حَتَّى حِينٍ. وقال تعالى ان الله وملائكته يصلون على النبي يا ايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما اللهم صل وسلم على
سيدنا وحبيبنا وشفيعنا وقرة اعيننا محمد صلى الله عليه وسلم وارحمنا برحمتك يا ارحم الراحمين اللهم اغفر للمؤمنين و المؤمنات
والمسلمين والمسلمات الاحياء منهم والاموات اللهم انك عفو كريم تحب العفو واعف عنا يا كريم اللهم انا نسئلك رضاك والجنة ونعوذ بك
من سخطك والنار ربنا تقبل منا صلاتنا وصيامنا وقيامنا وتخشعنا وتضرعنا واعتكافنا وتمم تقصيرنا يا الله يا الله يا الله يا ارحم الراحمين
اللهم اجعل بلدتنا اندونيسيا هذه بلدة طيبة امنة مطمئنة تجري فيها احكامك وسنة رسولك يا الله، اللهم اجعل ولاة امور هذه البلدة اداء
للامانات واهتماما لامور المسلمين والمسلمات لنيل ما نقول بلدة طيبة ورب غفور اللهم اجعل من العائدين والفائزين والمقبولين كل عام
بخير وعافية وسلامة وبلوغ المرام برحمتك يا ارحم الراحمين ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة وقنا عذاب النار وادخلنا الجنة
مع الابرار يا عزيز يا غفار يا رب العالمين
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Check Also

THE 1st ANNUAL INTERNATIONAL CONFERENCE ON MULTIDISCIPLINARY APPROACH TO ISLAM (AICMA) CALL FOR PAPER THE CONTRIBUTIONS OF INDONESIAN ISLAM TO THE WORLD: PAST, PRESENT AND FUTURE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *