Home / KOLOM DIREKTUR / ADA APA DENGAN “GENG ANAK2”?

ADA APA DENGAN “GENG ANAK2”?

ADA APA DENGAN “GENG ANAK2”?
Oleh Ahmad Rofiq
Ke Bulaksumur, di Yogyakarta, dikenal Universitas Gajah Madanya
Kampus rakyat tertua, telah banyak lahirkan pemimpin ternama
Tetaplah bersyukur, karena begitu besar anugrah dan karunia-Nya
Agar hidup kita, berbahagia dan berkah, bermanfaat untuk sesama
*
Ke mushalla belajar thaharah, kaifiyat shalat, dan praktik ibadah
Wujudkan khaira ummah, siap jalankan tugas, cerdas dan amanah
Manusia dicipta dari tanah, hidup dari tanah, dan kembali ke tanah
Tujuannya beribadah kepada Allah, hidup manfaat, berlimpah berkah
**
Delanggu Klaten dikenal berasnya, rasanya gurih, pulen, dan enak
Dendeng daging, tuk buah tangan, gurih, dan nikmat rasanya
Di minggu ini, kita orang tua, shock dan prihatin, prilaku anak-anak
Bikin geng, lakukan kekerasan dan bahkan pembunuhan saudaranya
***
Ke Pondok Gede, berbelanja, ikuti manasik masal, guna pelatihan
Agar kala jalankan ibadah haji di Mekah dan Madinah, dapat khusyu’
Mengapa anak SD dan remaja, ada yang demikian brutal dengan kekerasan
Masih kenakan sragam sekolah dasar dan menengah, tak lagi punya tawadlu’
****
Jalan di kegelapan, bak operasi khusus, suasana teror jadi menggigil
Hati terasa gundah, gelisah, masyarakat resah, ngeri dan meakutkan
Ada juga yang meresahkan, modus baru pembakaran motor dan mobil
Di garasi rumah, di berbagai daerah, seakan negeri ini tidak bertuan
*****
Pasar Bulu, dekat Tugu Muda monumen perjuangan rakyat
Lawangsewu ikon Semarang, destinasi wisata, ingatkan penjajahan
Pemilu sebagai instrumen dan ajang berdemokrasi bermartabat
Masa kampanye kelamaan, banyak terjadi kejahatan dan kebrutalan
******
Buah kelapa muda, degan namanya
Main ronggeng, seni tradisional Banyumasan
Mengapa anak2 muda, bikin deg-degan maunya
Buat geng, aksi nakal dan brutal, timbulkan kecemasan
Pascasarjana UIN Walisongo, 11/2/2019.

Check Also

ISTAFTI QALBAKA WA LAU AFTAAKA N-NAS (56)

Oleh Ahmad Rofiq Assalamualaikum wrwb.        Segala puji hanya milik Allah.  Mari kita …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *