Home / BERANDA / MUHASABAH AKHIR DAN AWAL TAHUN

MUHASABAH AKHIR DAN AWAL TAHUN

Assalamualaikum wrwb.
Puji dan syukur mari kita ungkapkan kepada Allah. Hanya atas karunia dan anugrah-Nya,
kita sehat afiat dan dapat melaksanakan aktifitas kita. Semoga di tahun 2019 Allah senantiasa
menambahkan kenikmatan dan anugrah-Nya, dan kehidupan kita berlimpah keberkahan.
Shalawat dan salam mari kita senandungkan mengiringi Allah dan para Malaikat untuk
Rasulullah Muhammad saw, keluarga, sahabat, dan tabiin yang komitmen meneladani beliau.
Semoga semua urusan kita di tahun 2019 dimudahkan oleh Allah, dan di akhirat nanti kita
mendapatkan syafaat beliau.
Hari ini 31/12/2018 adalah hari tutup buku menurut kalender Miladiyah, kalender menurut
edar matahari. Dan besok pagi 1/1/2019 adalah awal buku yang akan menjadi rekam jejak kita
satu tahun ke depan. Saudaraku, penggal waktu yang dianugerahkan pada kita, adalah satuan
waktu terkecil, yang bisa kita hitung dari setiap hembusan nafas kita. Jika hembusan nafas kita
itu, kita hitung dari satuan waktu untuk memberi kesempatan untuk selalu memperbaiki diri.
Mari kita sama-sama memanfaatkan hari terakhir tahun 2018 ini, untuk melakukan muhasabah,
evaluasi diri, introspeksi diri, agar kita bisa melakukan yang terbaik dan menorehkan tinta mas
di dalam record amalan kita di 2019.
Bertambah tahun, hakikatnya umur kita berkurang. Hanya memang kita tidak ada yang
mengetahui persis berapa jatah umur kita. Manusia diciptakan dan diberi hidup dan mati oleh
Allah, untuk berkontestasi mana di antara kita yang amal perbuatan kita terbaik (QS. AL-
Mulk:2). Karena itu diberi amanat menjadi khalifah-Nya, agar dapat menunjukkan mana kinerja
kita yang terbaik dalam melakukan dakwah kebaikan, amar ma’ruf, nahi munkar, dengan basis
keimanan yang kuat kepada Allah dan Rasul-Nya (QS. Ali ‘Imran: 104).
Para Malaikat pun pernah mengungkapkan keberatan dan protes, atas penugasan manusia
sebagai khalifah Allah di muka bumi (QS. Al-Baqarah: 30). Dan Allah menegaskan, bahwa Allah
lebih mengetahui dari apa yang para Malaikat ketahui. Yang jelas, penugasan kita sebagai
hamba-Nya, adalah bernilai ibadah. Ini karena Allah tidak menciptakan jin dan manusia, kecuali
agar beribadah kepada-Nya (QS. Al-Dzariyat: 56).
Dalam menjalankan tugas pengabdian (ibadah) manusia, dapat dipastikan tidak dapat
menghindari terjadinya kesalahan. Bahkan salah dalam berbuat itu lebih baik daripada tidak
pernah berbuat salah, karena tidak pernah berusaha berbuat yang terbaik. Rasulullah saw
menegaskan: “Kullu banii Aadama khaththaaun wa khairu l-khaththaain at-tawwabuuna”
artinya “seluruh anak cucu Adam biasa berbuat khilaf/salah, dan sebaik-baik orang yang
berbuat khilaf/salah adalah mereka yang bertaubat” (Riwayat At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-
Hakim, dan dishahihkannya).
Agar manusia sebagai hamba Allah dalam menjalankan amanat kekhalifahannya dapat
berjalan dengan baik, maka mereka harus membekali diri dengan ilmu pengetahuan, baik
urusan dunia maupun akhirat. Tanpa ilmu pengetahuan, tidak akan mampu mencapai derajat
kehidupan sesuai dengan yang direncanakan (QS. Al-Mujadalah: 11). Bekal ilmu saja ternyata
tidak cukup, tetapi harus disertai dengan aktifitas senantiasa berdzikir kepada Allah dalam
setiap keadaan, berdiri, duduk, berbaring, dan senantiasa berfikir tentang penciptaan langit
dan bumi. Karena tak ada satu pun ciptaan Allah di muka bumi ini yang sia-sia (QS. Ali Imran:
191).

Untuk mendapatkan hidup bahagia dunia dan kesejahteraan akhirat, selain menjalani
amanat kekhalifahan dan hidup kita dengan baik, dan sebanyak-banyaknya apa yang kita
lakukan itu bermanfaat bagi orang banyak. Rasulullah saw mengingatkan “khairu n-naasi
anfa’uhum li n-naas” artinya “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang
lain” (Riwayat Ahmad, Ath-Thabrani, dan Ad-Daruquthny).
Implikasi dari hidup berkompetisi dan kontestasi (musabaqah), pasti tidak bisa dihindari
adanya gesekan, konflik, pertentangan, karena itu Allah memberi rambu yang sangat detail.
Jkka detail tata cara (kaifiyat) shalat saja, tidak diatur dalam Al-Qur’an, tetapi dijelaskan dalam
Hadits atau Sunnah Rasulullah saw. Dalam QS. Al-Hujurat (kamar-kamar): 10-13, Allah
menegaskan secara detail tentang hubungan sosial manusia (human relations). Bahwa
“sesungguhnya orang-orang yang berjman itu bersaudara, sebab itu damaikanlah (perbaikilah
hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat
rahmat”.
Karena itu, pertama, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang
lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Jangan pula sekumpulan
perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Kedua,
janganlah suka mencela dirimu sendiri; ketiga, janganlah memanggil dengan gelaran yang
mengandung ejekan. Keempat, jauhilah kebanyakan purbasangka (kecurigaan) karena sebagian
purbasangka itu dosa. Kelima, janganlah mencari-cari keburukan orang; keenam, janganlah
menggunjingkan satu sama lain. Allah mengumpamakan, orang-orang yang melakukan enam
hal tersebut, laksana orang yang memakan daging saudaranya yang sudah menjadi mayat, yang
pasti akan merasa jijik kepadanya (QS. Al-Hujurat: 10-13).
Allah memberi kesempatan kepada manusia untuk berbuat yang terbaik, dan sekaligus
bertaubat atas semua kesalahan yang mungkin dilakukannya. Sudah barang tentu taubatan
nashuha dengan cara menghentikan perbuatan salahnya, menyesali, dan bertekad untuk tidak
mengulanginya lagi (QS. Al-Maidah: 39). Dalam dialog malaikat Jibril dan Rasulullah saw terkait
dengan taubat, bahwa taubat umat Nabi Muhammad saw, akan diterima oleh Allah, apabila
taubat dilakukan satu tahun sebelum meninggal.
Rasulullah saw mendapat informasi itu, keberatan, dan bersabsa: “Satu tahun itu waktu
yang sangat lama. Umatku itu banyak lalai dan panjang angan-angannya”. Jibril menjawab:
“Akan aku sampaikan kepada Allah”. Tidak lama kemudian, Jibril datang dan menyampaikan :
“Allah akan menerima taubat umatmu, apabila bertaubat sebulan sebelum kematiannya”.
Rasulullah saw pun mengatakan : “Satu bulan itu waktu yang lama untuk umatku”. Jibril
menjawab : “Akan aku sampaikan kepada Allah”. Tidak lama kemudian, Jibril datang dan
menyampaikan : “Allah akan menerima taubat umatmu, jika taubat dilakukan satu hati sebelum
kematiannya”.Rasulullah saw bersabda : “Wahai Jibril, satu hati itu masih terlau lama untuk
umatku”. Jibril pun menjawab : “Akan aku sampaikan kepada Allah”. Tidak lama kemudian Jibril
datang dan mengatakan: “Wahai Muhammad, Allah akan menhampuni dosa umatmu, apabila
bertaubat satu jam sebelum kematiannya”. Rasulullah saw bersabda: “Wahai Jibril, waktu satu
jam itu lama bagi umatku”. Jibril pun melaporkannya kepada Allah, dan tidak lama kemudian
Jibril datang dan mengatakan: “Wahai Muhammad, Tuhanmu menyampaikan salam kepadamu
dan berfirman: “Barangsiapa dari umatmu yang menghabiskan semua umurnya dengan
kemaksiyatan, dan ia belum bertaubat kepada-Ku, kecuali setahun, atau sebulan, atau sehari,
atau satu jam sebelum kematiannya, atau bahkan sebelum ruhnya samlai di tenggorokannya,

dan tidak memungkinkan baginya bertaubat atau meminta maaf dengan lidahnya, kecuali
hatinya yang menyesal (atas dosa-dosa yang telah dilakukannya), maka sungguh Aku akan
mengampuninya”.
Saudaraku, begitu Maha Besar, Maha Pengampun, dan Maha Pemurahnya Allah kepada kita
sebagai hamba-hamba-Nya. Kita tidak tahu kapan umur kita akan sampai. Janganlah tunda
untuk beristighfar dan memohon ampun. Setidaknya tiga kali setelah shalat, atau jadikan wirid
istighfar itu setiap saat. Terlalu banyak dosa dan kesalahan kita. Jangan lupa urusan utang
kepada sesama. Bayarlah sebelum semuanya berakhir. Karena utang harta kepada siapapun,
tidak akan terampuni, sebelum dibayar, atau dibebaskan oleh orang yang mengutangi kita.
Semoga tahun 2019 menjadi tahun penuh prestasi dan torehan tinta mas bagi perjalanan
hidup kita, dan sebagai hamba-Nya, semoga Allah senantiasa menunjukkan jalan dan
kemurahan-Nya, sehingga kita mampu menambah bekal taqwa kita untuk sowan menghadap-
Nya dan diberi husnul khatimah. Allah a’lam bi sh-shawab.
Wassalamualaikum wrb.
Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, 31/12/2018.

Check Also

POLITIK BERKEADABAN

Alunan suara jangkrik memecah kesunyian malam Dengan penuh kerinduan mari bertasbih pada Sang Pencipta Manusia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *