Home / BERANDA / BERGERAKLAH UNTUK MENJEMPUT KEBERKAHAN

BERGERAKLAH UNTUK MENJEMPUT KEBERKAHAN

Assalamualaikum wrwb.
Puji dan syukur hanya milik Allah. Mari kita ungkapkan puji dan syukur kepada Allah ‘Azza
wa Jalla yang telah melimpahkan anugerah dan karunia-Nya dengan berusaha berbuat yang
terbaik untuk diri kita, keluarga, saudara, dan masyarakat kita. Kita tidak akan mampu
menghitungnya. Shalawat dan salam mari kita lantunkan untuk Baginda Rasulullah Muhammad
saw. Semoga meluber pada keluarga, sahabat, dan pengikut yang setia meneladani beliau.
Insyaa Allah kita akan mendapat syafaat di akhirat nanti, dan semua urusan kita dimudahkan
oleh Allah.
Sahabat dan temanku, para Ulama mengingatkan kita dengan kaidah “al-harakah barakah”
artinya “Bergerak adalah keberkahan”. Mari kita fahami bersama pesan tersebut secara arif
dan bijaksana. Allah ‘Azza wa Jalla menciptakan hidup dan mati. Hidup itu sendiri artinya adalah
gerak. Selama masih ada gerakan maka berarti ada pertanda kehidupan. Tentu maknanya bisa
sangat dalam. Jika Descarten filosuf Perancis mengatakan “cogito ergo sum” artinya “aku
berfikir maka aku ada”, karena hakikat berfikir adalah gerakan pemikiran. Dan hasil dari gerak
pemikiran asalah pemikiran, dari pemikiran melahirkan innovasi dan kreatifitas. Dan dunia ini
menjadi hidup, ada gerakan atau dinamika, adalah hasil dari kreasi dan innovasi. Innovasi ini
dalam bahasa Arab disebut dengan bid’ah.
Allah Rabbu l-‘Izzah menegaskan dalam QS. Al-Mulk: 2, “(Dzat) Yang menciptakan mati dan
hidup untuk menguji kalian mana di antara kalian yang paling baik amalannya…”. Pada
tingkatan pemikir maka gerakan yang lahir adalah ide-ide besar yang boleh jadi akan
mempengaruhi jalannya sejarah kehidupan manusia. Terlalu banhak contoh, penemu Aljabar,
logaritma, dan para filosuf Muslim juga sempat menjadi “imam” dalam dunia filsafat dan
pemimiran barat. Dalam bidang sains, kita tidak bisa melupakan Michael Faraday (22/9/1791-
25/8/1867) kelahiran Newington Butts Inggris (wikipedia.org) yang dikenal sebagai “bapak
listrik” karena berkat hasil “gerakan pemimirannya” yang diakui dunia.
Demikian juga Charles Babbabe (1791-1871) kelahiran Southwark London, yang dianggap
sebagai penemu komputer pertama. Ini yang boleh jadi mengawali kemunculan teknologi
komputer dan digital yang serba canggih dan multitalented dan multirecorded. Apapun
informasi atau data yang sudah diunggah, maka selama itu pula, akan terekam terus secara
“abadi” atau lebih tepatnya “tak terhapuskan”, meskipun si pengunggah sudah lupa dan
kehilangan jejak.
Saudaraku, Allah mengingatkan bahwa tanda-tanda hamba-hamba-Nya yang cerdas adalah
mereka yang senantiasa berdzikir mengingat Allah, baik dalam keadaan berdiri, duduk, dan
berbaring, dan senantiasa berfikir tentang penciptaan langit dan bumi. Allah tidak menciptakan
sesuatu yang sia-sia, Maha Suci Allah (QS. Ali ‘Imran: 191). Ini bisa kita fahami, bahwa indikator
kecerdasan seseorang adalah, pertama, berfikir dan menginginkan hanya pada sesuatu yang
baik dan positif. Karena uli l-albab yang dimaksud adalah kata uli artinya yang mempunyai, dan
al-albab bentuk jamak dari kata lubb artinya angan, keinginan, dan fikiran hanya pada yang baik
dan positif. Meminjam Ibnu Sina, adalah fitrah, yakni keinginan, angan, dan fikiran pada hang
baik, benar, dan indah.
Saudaraku, Allah menciptakan kita, hidup, rizqi, jodoh, dan mati, secara teologis memang
sudah dijatah pada saat di alam azali. Tetapi bagi Allah, apabila ingin merubah blue print dan

taqdir hamba-Nya yang sudah ditetapkan di zaman azali, tentu bukan hal yang susah. QS. An-
Nahl : 40 dan QS. Yasin : 82 menegaskan bahwa jika Allah menghendaki sesuatu, termasuk di
dalamnya ingin merubah nasib hamba-hamba-Nya, maka Allah berfirman “adalah, maka akan
ada (terjadi)” apa yang dikehendaki-Nya.
Saudaraku, Rasulullah saw berpesan : “I’mal li dunyaaka ka annahu ta’isyu abadan wa i’mal
li akhiratika ka annahu tamuutu ghadan” artinya “berbuatlah (usaha) untuk urusan duniamu,
seakan-akan kamu hidup selama-lamanya, dan berbuatkah untuk urusan akhiratmu, seakan
kalian mayi besok pagi”. Ini menunjukkan bahwa agar hidup kita bermanfaat janga panjang,
maka mutlak kita harus bergerak, dinamis, tidak berpangku tangan menunggu rizqi Allah tanpa
melakukan usaha apapun.
Memang ada ayat yang menegaskan, bahwa “seluruh makhluk Allah yang hidup di muka
bumi ini, kecuali sudah ditanggung rizqinya oleh Allah”. Akan tetapi jika manusia sebagai hamba
yang tidak bergerak, tidak dinamis, tidak mengupdate diri, maka seseorang selama hidupnya,
dijamin rizqinya oleh Allah, melalui jalan apapun. Hal ini berbeda apabila karunia Allah pada kita
berupa akal, hati, fikiran, dan kreatifitas tersebut bisa kita gunakan sebaik-baiknya, maka
manfaat yang akan didapat pasti akan lebih maksimal. Bahkan hingga orang yang menghasilan
ide dan gagasan innovatif kemudian menjadi massal, seperti listrik dan komputer atau digital,
maka “pahalanya” akan terus berlangsung, dan inilah yang disebut ilmu yang bermanfaat.
Mengakhiri renungan ini, mari kita ingat dan gugat hati dan fikiran kita, pesan Rasulullah
saw : “Man kaana yaumuhu khairan min amsihi fahuwa raabihun, wa man kaana yaumuhuu
mitsla amsihi fahuwa khasirun, wa man kaana yaumuhu syarran min amsihi fahuwa
maghbuun” artinya “batangsiapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka dia adalah orang
yang beruntung. Batangsiapa hang hari ini sama drngan hari kemarin, maka dia termasuk orang
yang merugi, dan barangsiapa hari ini, lebih buruk dari hari kemarin, maka dia termasuk orang
yang tertipu”. Ahman ada yang menyebut, terlaknat (Riwayat ath-Thabrany).
Mulaiah sekarang dari dirimu sendiri, jangan menunda-nunda dalam menjalanan amnah
dan urusanmu. Berbuatlah yang terbaik, nanti Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman
akan melihat hasilnya (QS. At-Taubah: 105). Yakinilah dan yakinlah, Allah SWT akan membantu,
menolong, dan memudahkan niat dan usaha Anda. Apabila Anda menghadapi kesulitan,
anggaplah itu sebagai tantangan, dan pasti akan ada hasilnya. Allah a’lam bi sh-shawab.
Nashrun min Allah wa fathun qarib, Allah al-Musta’an.
Wassalamualaikum wrb.
Bandara Internasional Hang Nadim Batam, 27/12/2018.

Check Also

“ROBOHNYA RUMAH” IKHLAS BERAMAL (40)

Oleh Ahmad Rofiq Jalan ke museum mengenali adab baik dan petaka Berontak, menyisih, renungkan batin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *