Home / GAGASAN / Wanadri

Wanadri

Tanggal 16 Mei 2018
Wanadri
Oleh: Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i

Tanggal 16 Mei diperingati sebagai hari Wanadri (wana= hutan, adri= gunung), yaitu hari bagi organisasi yang menghimpun penempuh rimba dan pendaki gunung. Lembaga ini berdiri sejak tahun 1964 dengan tujuan untuk membangun tanah air, bangsa dan negara RI.
Visi organisasi ini adalah mendidik manusia untuk memiliki nilai-nilai kemandirian, ulet, tabah pancasialis sejati serta percaya kepada kekuatan diri sendiri. Implementasinya melalui penjelajahan, pendidikan, berintegrasi dengan masyarakat, serta perlindungan terhadap alam. Melalui kegiatan ini mereka diharapkan akan menyadari keagungan Tuhan Sang Pencipta.
Bermula dari perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri yang dicetuskan tanggal 17 Januari 1964 oleh 6 pemuda pandu (Harry Hardiman Soebari, Ronny Nurzaman, Bambang Pramono, Satria Widjaja Somantri, Eddy Achmad Fadilah, dan Achmad Hidayat), kemudian diresmikan tanggal 16 Mei 1964. Bersamaan dengan peresmian itu, dikukuhkan juga angkatan kedua dalam organisasi Wanadri, yakni Angkatan Pelopor. (https://id.wikipedia.org/wiki/Wanadri)
Yang menarik dari harapan wanadri ini adalah membangun kesadaran akan keagungan Tuhan, dan karenanya pula dapat dikelompokkan kedalam ibadah, semoga gerakan ini dapat diikuti oleh siapa saja yang berharap menjadi orang-orang yang mengagungkan Allah sehingga tumbuh kesadaran untuk menjaga dan merawat alam ini lebih baik dan tidak membiarkan rusak apalagi dirusak oleh tangan-tangan jahil. Al-Qur’a sendiri menyebut orang yang melakukan kerusakan di muka bumi sebagai orang-orang fasik, sebagaimana tertuang dalam Qs al-BAqarah ayat 27
الَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِن بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَن يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الأَرْضِ أُولَـئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ ﴿٢٧﴾
(Orang-orang fasiq yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
Melestarikan lingkungan bagian tak terpisahkan dari ibadah ritual guna menyeimbangkan kedekatan kita kepada Allah sekaligus dekat pula dengan makhluk-Nya, sebagaimana ditegaskan dalam Qs al-Qashash ayat 77
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ ﴿٧٧﴾
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
Selamat hari Wanadri, semoga niatmu terus terjaga sehingga alam tetap terjaga dan di sisi Allah amalmu juga tetap terjaga dengan baik, amin.

Check Also

Memberi

Tanggal 30 Mei 2018 Memberi Oleh: Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i Tanggal 30 Mei diperingati sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *