Home / GAGASAN / Ki Enthus

Ki Enthus

Tanggal 14 Mei 2018
Ki Enthus
Oleh: Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i

Tanggal 14 Mei 2018 jam 19.15 dikhabarkan telah meninggal dunia seniman yang sekaligus Bupati Tegal ke -47 dalam usia 52 tahun. Ki Enthus yang populer dengan sebutan Dalang Edan ini memiliki nama Ki Enthus Susmono, salah satu alasan sebutan edhan (bahasa jawa yang berarti gila) karena wayang yang disuguhkan tidak lagi kaku seperti pakem wayang terdahulu, banyak candaan bahkan cenderung “nakal” sehingga gaya Ki Enthus ini justru menjadikan pewayangan digemari oleh kalangan muda juga.
Karena prestasinya di dunia pedalangan ini pula, Ki Enthus mendapatkan penghargaan berupa Doktor Honoris Causa bidang seni budaya dari International Universitas Missouri, Amerika Serikat juga penghargaan yang sama pada tahun 2005 dari Laguna College of Business and Arts, Calamba Filipina. Pada tahun 2005 itu pula, Ki Enthus terpilih sebagai dalang terbaik di Indonesia, sekaligus pada tahun 2008 ia mewakili Indonesia dalam Festival Wayang Internasional di Denpasar, Bali.
Kenakalan sekaligus itulah kemahiran Ki Enthus mampu menciptakan pentas wayang yang bertemakan kekinian, seperti Wayang Goerge Bush (2006 dan 2008), Wayang Saddam Husein (2006 dan 2008), Wayang Osama bin Laden (2002), Wayang Gunungan Tsunami Aceh (2006), Wayang Gunungan Harry Potter (2006), Wayang Batman (2001), Wayang Alien (2001), Wayang tokoh-tokoh politik (2001), Wayang Teletubies (2001), Wayang Rai Wong (2005-2006), Wayang Walisanga (2006), Wayang planet (2001), Wayang Wali (2004), Wayang Prayungan (2000), Wayang Simphony (2007), Wayang Blong (2007), Wayang Kebangsaan (2006), Wayang Minimalis (2007), Wayang Barrack Obama dan lainnya. (https://id.wikipedia.org/wiki/Enthus_Susmono)
Selamat jalan Ki Enthus, semoga lahir kegilaan-kegilaan atau kenakalan-kenakalan yang kreatif, konstruktif serta produktif sebagaimana kenakalan yang menghantakanmu disukai masyarakat, setidaknya hidupnya telah memberikan manfaat bagi banyak manusia yang terhibur olehmu, di saat situasi negeri ini sedang dibuat sedih, malu, terluka dan gemes akibat ulah beberapa orang yang hidupnya justru untuk membuat orang lain menderita, sekiranya ia sudah putus asa dengan kehidupan, sebaiknya mati sendiri tidak usah melukai apalagi membawa nyawa orang lain. Itulah ungkapan perih dari masyarakat yang mendambakan ketentraman. Orang jawa bilang, mangan ora mangan sing penting kumpul, artinya bolehlah kita tidak makan yang penting dapat berkumpul bersama, bolehlah kita tidak kaya yang penting masih bisa berbuat baik dengan sesama, bolehlah kita belum makan namun tidak juga menghalalkan segala cara untuk memperoleh makanan, bolehlah kita berebut surga, namun bukan dengan cara-cara yang justru menjauhkan diri kita dari surga dan lainnya.
Al-Qur’an mengingatkan dalam surat al-Hijr ayat 45-46
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ ﴿٤٥﴾ ادْخُلُوهَا بِسَلاَمٍ آمِنِينَ ﴿٤٦﴾
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam syurga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Dikatakan kepada mereka): “Masuklah ke dalamnya dengan damai lagi aman”.
Seolah tersirat pesan (dengan terjemahan bebas), masuklah ke dalam surga dengan cara-cara yang damai, dan aman serta memberikan rasa aman.

Check Also

Kebangkitan

Tanggal 20 Mei 2018 Kebangkitan Oleh: Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i Tanggal 20 Mei diperingati sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *