Home / BERANDA / Trisakti

Trisakti

Tanggal 12 Mei 2018
Trisakti
Oleh: Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i

Tanggal 12 Mei 1998 terjadi peristiwa berdarah tertembaknya demonstran yang menuntut Soeharto turun dari kursi presiden. Di antara mahasiswa yang tertembak dari Trisakti antara lain Elang Mulia Lesmana (1978-1998), Heri Hertanto (1977 – 1998), Hafidin Royan (1976 – 1998), dan Hendriawan Sie (1975 – 1998). (https://id.wikipedia.org/wiki/Tragedi_Trisakti)
Demonstrasi merupakan salah satu ekspresi ketidak mampuan musyawarah damai (face to face) terlaksana dengan baik, maka presser secara massif dilakukan melalui demontrasi tersebut. Hanya saja masa orde baru, gerakan demonstrasi dinilai mengganggu stabilitas nasional, maka kekuatan militer biasanya dikerahkan untuk menstabilkan situasi, bahkan pikiran-pikiran yang kritis dan secara khusus mengkritisi pemerintah akan dinilai subversi (khususnya di era awal-awal orde baru hingga pertengahan).
Benturan kepentingan kemajuan dengan kritik dan kepentingan stabilisasi pemerintahan inilah yang mengakibatkan pertumpahan darah yang sekaligus menambah deretan sejarah kelam Indonesia.
Berdasarkan sejarah kelam tersebut, perlu dipikirkan banyak hal, di antaranya bagaimana menciptakan Indonesia tetap stabil yaitu dengan mensejahterakan warga bangsanya, selain itu pemerataan pembangunan berkeadilan di seluruh nusantara ini. Sebaliknya juga menciptakan pemerintah yang terbuka untuk menerima masukan rakyatnya sehingga tidak harus dilakukan demonstrasi yang mau tidak mau mengganggu tempat tempat public bahkan tak jarang menumbuhkan gesekan yang suatu saat memanas hingga membakar emosi sehingga terjadi konflik horizontal yang tak terhindarkan.
Islam mengajarkan musyawarah dalam menyelesaikan banyak hal, bahkan sebagai pemimpin disarankan berlemah lembut, bukan dengan cara-cara kekerasan untuk memaksakan kebijakan, bahkan saat dikritik seharusnya disikapi dengan pemakluman bahkan pemaafan sehingga mayarakat akan tetap memberikan kepercayaan dan tidak lari darinya, sebagaimana tertuang dalam Qs Ali Imran ayat 159
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظّاً غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ ﴿١٥٩﴾
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
Belajar dari peristiwa Trisakti, bahwa kekerasan hanya akan melahirkan duka bahkan tidak membantu sama sekali kekuasaan yang dimiliki dengan cara-cara tersebut, sebaliknya memimpin dengan kelembutan hati insyaallah akan membawa kebahagiaan bagi semuanya, sudah barang tentu terus bekerja untuk kesejahteraan warganya.

Check Also

Kebangkitan

Tanggal 20 Mei 2018 Kebangkitan Oleh: Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i Tanggal 20 Mei diperingati sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *