Home / GAGASAN / Pepeng

Pepeng

Tanggal 6 Mei 2018
Pepeng
Oleh: Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i

Tanggal 6 Mei 2015 merupakan hari wafatnya Pepeng, comedian Indonesia, dunia hiburan yang digelutinya dimulai saat kuliah tahun 1978, kemudian dikomandani Sys NS bergabung dalam sersan Prambors, kemudian tahun 1992 muncul sebagai host kuis yang terkenal dengan “jari jari” hingga berhenti sering dengan penyakit yang bersarang di dalam tubuhnya yaitu multiple sclerosis sehingga ia harus memakai kursi roda dan berbaring hingga wafatnya ini. (https://id.wikipedia.org/wiki/Pepeng)
Kenangan ini patut jadi pelajaran bagi kita yang hidup, bahwa setiap manusia memiliki kesempatan yang sama di sisi Allah untuk mendekati-Nya sesuai dengan skill yang Allah titipkan kepadanya, bukankah Allah memerintahkan setiap manusia untuk mencari sarana untuk mendekati-Nya sebagaimana tertuang dalam Qs al-Maidah ayat 35
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَابْتَغُواْ إِلَيهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُواْ فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴿٣٥﴾
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.
Makna dari ayat ini adalah dorongan untuk mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah serta bersungguh-sungguh untuk mewujudkannya sesuai dengan cara-cara yang diridlai Allah. Orang yang hobi mengajar, hendaknya menjadikan hobinya tersebut semakin dekat kepada Allah, maka mengajarnya harus sesuai dengan ketentuan Allah. Orang yang hobinya memasak, harus berusaha menyajikan masakan yang semakin mendekatkan diri kepada Allah, maka memasak apa saja yang sesuai dengan ketentuan Allah, dan seterusnya.
Seorang Pepeng memiliki skill menghibur masyarakat, dan hiburannya dilakukan sesuai garis yang Allah bimbingkan, maka hal itupun akan mampu menghantarkannya kepada posisi terdekat kepada Allah. Sebaliknya, banyak juga amalan yang kesannya ibadah, namun jika tidak sesuai ketentuan Allah, maka tidak menjadikannya dekat kepada Allah bahkan menjauhkannya dari-Nya, sebagaimana orang Shalat yang dinilai celaka karena tidak memberikannya efek baik terhadap kaum lemah, demikian pula puasa yang tidak menghalanginya dari ucapan maupun laku yang buruk justru Allah campakkan usaha berlapar dan berdahaganya tersebut sebagaimana sabda Nabi Saw dalam riwayat
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلممن لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه
Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: siapa yang tidak meninggalkan kata-kata kotor atau berlaku kotor, mala Allah tidak membutuhkan upaya ia meninggalkan makanan dan minumannya.
Mari kita berjuang di dunia ini sesuai maqomnya masing-masing, berusahalah dengan kedudukanmu itu untuk dijadikan wahana mendekatkan diri kepada Allah, insyaallah semua akan menjadi kesalehan kita yang dampaknya tidak hanya kedekatan diri kepada-Nya, tetap selama di duniapun umat manusia juga merasakan dampak positifnya. Semoga cara mendekat kepada Allah tidak lagi diklaim melalui pekerjaan terbatas, melainkan banyak jalan menuju singgasana-Nya, ayo berlomba melakukan kebaikan tanpa menyudutkan orang lain (bersaing sehat saja, Allah maha tahu siapa yang melakukan hal itu karena-Nya dan sesuai dengan ridla-Nya.

Check Also

Memberi

Tanggal 30 Mei 2018 Memberi Oleh: Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i Tanggal 30 Mei diperingati sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *