Home / GAGASAN / WHO

WHO

Tanggal 7 April 2018
WHO
Oleh: Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i
Tanggal 7 April 1948 merupakan hari berdirinya WHO (World Health Organization), sebagai salah satu badan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang membidangi kesehatan. Tujuan organisasi ini adalah supaya semua orang di dunia ini mencapai tingkat kesehatan tertinggi yang paling memungkinkan.
Program utama WHO ini antara lain mengendalikan penyebaran penyakit menular seperti SARS, flu Babi, malaria , AIDS dan tuberkulosis. Selain itu, WHO juga bergerak dalam program sponsor bagi pencegahan penyakit-penyakit tersebut seperti pemberian vaksin, obat-obatan dan lainnya. (https://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_Kesehatan_Dunia)
Dalam Islam, kesehatan merupakan sesuatu yang berharga dan harus dijaga sebelum datangnya sakit, namun bagi mereka yang sudah tertimpa sakit diajarkan untuk optimistic mengingat Rasulullah menyatakan setiap penyakit ada obatnya selain mati. Hadis Nabi yang menunjukkan perintah menjaga kesehatan adalah riwayat al-Hakim
وعن ابن عباس رضي الله عنهما قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لرجل وهو يعظه اغتنم خمسا قبل خمس شبابك قبل هرمك وصحتك قبل سقمك وغناك قبل فقرك وفراغك قبل شغلك وحياتك قبل موتك
Dari Ibn ‘Abbas Ra., ia berkata: Rasulullah Saw menasehati sesoorang, jagalah olehmu 5 hal sebelum 5 hal lainnya datang: jagalah masa mudamu sebelum datang masa pikun, masa sehatmu sebelum datang sakitmu, jagalah masa kayamu sebelum datang masa fakirmu, jagalah masa senggangmu sebelum datang masa sibukmu dan jagalah masa hidupmu sebelum datangnya kematianmu.
Sehat adalah pemberian Allah, maka menjaganya merupakan bagian dari ibadah, dan Allah tidak membiarkan manusia bingung sendiri dalam menjaga kesehatannya melainkan Allah turunkan pula bimbingan melalui Al-Qur’an maupun bimbingan nabi-Nya, seperti dihalalkannya asupan yang menyehatkan (thayyib) dan diharamkannya asupan yang merugikan (khabits). Selain itu Nabi juga mengajarkan umatnya untuk memperhatikan tubuhnya, masing-masing punya hak yang harus dipenuhi, seperti mata selain untuk melihat juga butuh istirahat, kaki selain untuk berjalan juga butuh istirahat dan sebagainya, intinya manusia harus menjaga keseimbangan tubuh dalam rangaka tetap terjaga kesehatannya sehingga mampu melakukan kesalihan secara optimal.
Nabi Saw juga menyinggung soal kesehatan ini biasanya baru dinilai berharga saat ia sakit, oleh sebab itu beliau mengingatkan dengan kata-kata yang simple sebagaimana diriwayatkan al-Bukhari
عن عبدالله بن عباس رضي الله عنهما قال: قال النبي صلى الله عليه وسلم: نعمتانِ مغبونٌ فيهما كثيرٌ من الناس: الصحة والفراغ
Dari Abdullah bin ‘Abbas ra., ia berkata: Nabi Saw bersabda: dua kenikmatan yang kebanyakan manusia dilalaikan olehnya yaitu kesehatan dan kesempatan.
Artinya saat sehat seseorang terkadang tidak menyadari bahwa kesehatan tersebut selain titipan Tuhan agar ia banyak berbuat juga untuk dijaga stabilitasnya, demikian pula dengan kesempatan merupakan nikmat Allah bagi seseorang agar dapat melakukan kesalihan lebih banyak lagi namun sering menyesal saat sibuk karena tidak dapat memanfaatkan moment kesempatan yang lewat untuk berbuat yang lebih baik. Astaghfirullah, ayo jaga sehat dengan menggunakannya untuk ibadah kepada-Nya

Check Also

Memberi

Tanggal 30 Mei 2018 Memberi Oleh: Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i Tanggal 30 Mei diperingati sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *