Home / BERANDA / Libur

Libur

Tanggal 15 Pebruari 2018
Libur
Oleh: Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i

Tanggal 15 Pebruari 2017, setahun yang lalu Presiden Jokowi menetapkan hari libur nasional, tidak perlu kaget adakah peristiwa penting yang diperingati setiap tanggal 15 pebruari ini?, rupanya liburan tersebut terkait dengan pilkada serentak beberapa daerah termasuk di dalamnya DKI Jakarta. Libur tersebut dimaksudkan untuk memberikan kesempatan lebih besar partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum.
Liburan identik dengan refresh atau membuat segar kembali (membuang kepenatan) dari sibuknya pekerjaan, biasanya dirasakan oleh mereka yang memiliki kesibukan sehari hari, lebih khusus lagi mereka yang bekerja di instansi pemerintahan atau swasta yang memberlakukan jam kerja secara ketat. Demikian pula dengan siswa sekolah yang penat oleh rutinitas kelas yang cenderung menjenuhkan.
Tapi jika kita melirik kepada mereka yang bekerja di tempat-tempat hiburan, pedagang musiman, pengatur jalanan, Mall dan lainnya justru menjadikan moment liburan sebagai ruang bekerja ekstra, itulah hokum keseimbangan. Bayangkan sekiranya hari libur, semuanya libur, pasti terjadi gejolak. Warung libur, angkutan libur, pom bensin libur, tempat hiburan libur, tukang parkir libur, pengatur jalan libur, pasti membosankan juga, bahkan akan mengganggu system di muka bumi ini (rusak)
Kunci semua ini adalah keseimbangan, itulah sebabnya saat kita istirahat, di belahan bumi lain sedang shalat, ada yang sedang bekerja, demikian pula saat kita shalat, yang lain ada yang istirahat juga ada yang bekerja, demikian seterusnya. Ibadah ritual-pun harus diimbangi usaha duniawi, ada doa ya ada usaha, demikian seterusnya.
Bukankah dalam al-Quran surat al-Qashsash 77:
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ ﴿٧٧﴾
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
Tampak sekali bahwa keseimbangan merupakan bagian dari system atau sunnatullah itu sendiri, siapa yang mengganggu system ini maka ia telah melakukan perusakan di muka bumi ini. Dan itulah keunikan ayat ini yang menguraikan keseimbangan namun ditutup dengan peringatan untuk tidak melakukan perusakan di muka bumi seolah pesan singkat ayat ini “seimbangkan kehidupan jangan merusaknya”…ayo bekerja dengan giat tapi jika saatnya istirahat, beristirahatlah (berlibur) semoga kita dicatat sebagai umatnya yang melakukan perbaikan bukan perusak..amin

15 pebruari

Check Also

Kebangkitan

Tanggal 20 Mei 2018 Kebangkitan Oleh: Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i Tanggal 20 Mei diperingati sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *