Home / BERANDA / DUTA MUDA ANTI NARKOBA JAWA TENGAH 2018

DUTA MUDA ANTI NARKOBA JAWA TENGAH 2018

Assalamualaikum wrwb.
Marilah kita syukuri anugrah dan karunia Allah Rabbu l-‘Izzah yang telah melimpahkan kasih sayang- ya pada kita. Hanya atas karunia dan anugrah-Nyalah kita hari ini sehat afiat dan dapat melaksanakan aktifitas kita sebagai wujud pengabdilan kita kepada Allah, semoga bermanfaat bagi saudara kita, sekaligus memberi nilai tambah bagi kebaikan diri kita.
Shalawat dan salam mari kita wiridkan dan senandungkan pada Baginda Rasulullah. Muhammad saw, keluarga, sahabat, dan pengikut yang berkomitmen dan istiqamah meneladani beliau. Semoga semua urusan kita dimudahkan oleh Allah, dan kelak di akhirat kita mendapat syafaat dari beliau.
Saudaraku, hari ini (11/2/2018) ormas Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah menggelar gawe besar, yaitu Audisi Duta Muda Anti Narkoba tingkat Jawa Tengah. Event ini digelar, sebagai tindak lanjut dari deklarasi anti narkoba MUI Jawa Tengah beserta Gubernur, Forum Kompimda, Pimpinan Perguruan Tinggi, dan Pimpinan Ormas di Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
Ganas Annar MUI Jawa Tengah sendiri yang dilantik 14 Januari 2017 oleh Kepala BNN Pusat Komjen Pol Budi Waseso, yang menggelar acara audisi ini, melihat perkembangan peredaran dan penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif lainnya, makin nggegirisi dan makin memprihatinkan. Negara Indonesia, oleh RI I telah dinyatakan sebagai negara yang darurat narkoba, karena prevalensi pengguna dan korban penyalahgunaan narkoba, sudah mencapai angka 2 persen. Tentu ini sangat memprihatinkan dan berpotensi hilangnya satu generasi yang baik dan berkualitas.
Data BNN menyebutkan, tidak kurang dari 57,6 nyawa/hari melayang sia-sia akibat penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif lainnya. Ini masih diperburuk lagi dengan masih banyaknya anak-anak muda dan kadang-kadang sudah tua-tua, yang menenggak minuman keras atau miras oplosan, yang dapat dipastikan mereka sesungguhnya adalah menjemput “kematian” dengan cara yang sangat cepat, menyedihkan, dan menyakitkan. Akan tetapi anehnya, masih saja jadi pengulangan kasus-kasus serupa yang menenggak miras oplosan.
Di Jawa Tengah sendiri, prevalensi pengguna dan penyalahguna narkoba ini, sudah nyaris memasuki 1,96 persen. Tentu angka ini, sudah menyentak dan menggugat kenyamanan kita sebagai orang tua dan warga masyarakat yang bermimpi dan menginginkan terwujudnya generasi muda yang handal, memiliki kompetensi, integritas, dan keunggulan kompetitif untuk bersaing dengan generasi muda bangsa lain.
Bangsa Indonesia sedang menghadapi masa-masa terjadinya bonus demografi, saat itu generasi usia 15-64 tahun akan melampaui 50%. Karena itu, apabila pemerintah dan bangsa kita Indonesia ini tidak serius dan bersungguh-sungguh memerangi narkoba yang sangat merusak anak-anak muda kita, maka bangsa ini akan dikalahkan oleh para bandar dan agen-agen penyalahguna narkoba yang merusak semua lini. Bayangkan saja, para bandar narkoba itu masih bisa mengendalikan bisnis dan pendistribusian narkoba dari balik jeruji besi di berbagai lembaga pemasyarakatan. Tidak sedikit juga para oknum “sipir” yang sempat dikerjain dan dijadikan “kurir” narkoba.
Audisi Duta Muda Anti Narkoba Ganas Annar MUI Jawa Tengah 2018 ini, diikuti 350 peserta lebih dari sekolah menengah baik Madrasah Aliyah (MA), SMA, dan SMK. Sebagai event yang pertama kali digelar oleh Ganas Annar MUI Jawa Tengah, ini dimaksudkan: pertama, melakukan literasi dan penyadaran pada generasi muda tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Narkoba itu sangat merusak pada generasi muda. Maka yel-yel pun dibuat oleh ketua umum MUI, Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si. “Narkoba, No! Ganas Annar, Yes! Duta Anti Narkoba, Siap!”
Kedua, generasi muda harus paham, bahwa para bandar narkoba, niatnya mau merusak generasi muda. Mereka ini sekali mengonsumsi maka akan terkena serangan adiktif, yakni kecanduan. Badan mukai kejang-kejang, sakau, tidak berdaya sebelum kemasukan lagi narkoba. Maka kalau tidak punya uang, mereka menyilet atau melukai dirinya agar keluar darah. Karena darahnya masih mengandung narkoba, maka dihisaplah darah mereka sendiri untuk diminum. Akibatnya, kalau seseorang sudah terjerat narkoba, maka yang sadar dan ingin direhabikitasi, maka biayanya pun sangat mahal.
Ketiga, para bandar, agen, dan siapa saja yang sudah direkrut, maka mereka “didoktrin” untuk bersiap dengan mati. Karena begitu ketangkap, maka pantang bagi mereka, mengaku dan menceritakan siapa bandar mereka. Maka perlu pendekatan dan metode pengungkapan yang perlu difahami oleh generasi muda.
Keempat, para bandar narkoba, pada umumnya licik, dan “licin”, maka tidak mudah ditangkap. Jangan-jangan mereka ini “Ngajinya” kelewat cerdas memahami ungkapan “al-Haqq bilaa nidhaam yaghlibuhu l-baathil bi nidhaam” artinya “kebenaran (yang dikelola) dengan tidak teratur, akan dikaLahkan oleh kebatilan (yang dikelola) dengan teratur”. Saya kira, setiap orang yang cerdas dan waras, ditanya tentang narkoba, pasti jawabannya “No”. Tetapi herannya, dulu pernah ada yang dijatuhi hukuman mati, tetap saja masih banyak yang dengan berbagai cara mereka membawa narkoba ke negeri ini.
Saudaraku, tidak ada tawar menawar dan coba-coba soal narkoba. Dalam Islam, yang diharamkan adalah khamr. Khamr diharamkan oleh Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 219, Al-Maidah: 90 dan 91). “Sumiya al-khamr li mukhaamaratihaa al-‘aql” artinya “disebut khamr karena ia membuat panas atau kacaunya akal” (Daairatu l-Ma’arif). Para Ulama sepakat bahwa ‘illat atau alasan hukum diharamkannya khamr adalah karena memabukkan. Karena itu apapun yang banyaknya memabukkan, maka sedikitnya adalah haram.
Rasulullah saw : “Kullu maa askara katsiiruhu fa qaliiluhu haraam” atau “kullu muskirin khamrun wa kullu khamrin haraam” (Riwayat Muslim). Artinya “setiap sesuatu yang banyaknya memabukkan maka sedikitnya adalah haram”. Atau “setiap yang memabukkan adalah khamr, dan setiap khamr adalah haram”.
Semoga kita mampu menjaga anak-anak dan generasi muda kita dari segala macam jebakan dan jeratan narkoba. Karena begitu Anda, terjebak, maka zat adiktifnya akan mulai mengerjai fisik Anda, fisik mengalami sakau, dan tidak ada pilihan kecuali akan mengomsumsinya lagi. Na’udzu biLlah min dzaalik. Semoga acara audisi Duta Muda Anti Narkoba Gnas Annar MUI Jawa Tengah 2018 ini, mampu membuka mata hati semua generasi, utamanya generasi muda, untuk berkomitmen menolak narkoba dengan segala macamnya.
Allah a’lam bi sh-shawab.
Wassalamualaikum wrwb.
MAJT-Cepiring Kendal, Semarang, 11/2/2018.

Check Also

13 KEMULIAAN ORANG HAJI DARI SAYYID AHMAD AL-MALIKY

Hari Ahad, 1 Dzul Hijjah 1439 H adalah hari keberuntungan buat saya dan sebagian jamaah haji Indonesia dari berbagai daerah yang bersilaturrahim ke pesantren (ribath) Dr. Sayyid Ahmad bin Sayyid Muhammad bin ‘Alawy  al-Hasany al-Maliky. Di pesantren yang mayoritas santrinya berasal dari Indonesia dan berafiliasi ke madzhab Maliky, memang sudah sangat dikenal oleh pimpinan pesantren di Indonesia. Saya berkesempatan silaturrahim ke beliau, dijemput alumnus al-Azhar Mukhlish Syafiq, dan diantar oleh KH Labib yang juga mudir pesantren Al-Hikmah 1 Benda Sirampog Brebes, yang merupakan alumni pesantren Dr. Sayyid Ahmad tersebut, sehingga saya dapat bicara dan sempat digandeng sebentar oleh Sayyid Ahmad, sembari memperkenalkan diri, dan alhamdulillah diberi kesempatan untuk ikut duduk di barisan depan di sebelah Sayyid Ahmad mengajarkan kitab hadits Lawaqih al-Anwar al-Muhammadiyah  dan Kitab Lathaif al-Ma’arif tentang tashawuf. Beberapa tahun yang lalu, di luar musim haji, saya pernah sowan silaturrahjm, ketika beliau masih berusia 30 tahunan, bersama dengan beberapa ulama dari Indonesia, Jawa Tengah dan Jawa Timur, ke Habib Umar al-Jilany di wilayah Mekah juga, setelah itu ke Habib Umar bin Salim pemimpin dan pengasuh pesantren  Dar al-Musthtafa Tarim Hadlramaut dan diundang oleh mahasiswa Indonesia di Dar al-Ahqaf Yaman. AlhamduliLlah setelah pengajian saya mendapatkan hadiah beberapa kita karangan Sayyid Muhammad bin ‘Alawy di antaranya: 1. Al-Hajj : Fadlail wa Ahkam, 2. Muhammad saw : Al-Insan al-Kamil, 3. Mafahim Yajib an Tushahhah, 4. Al-Qawa’id al-Asasiyah fi ‘Ulum al-Qur’an, 5. Al-Qawa’id al-Asasiyah fi Ushul al-Fiqh, 6. Tarikh al-Hawadits wa al-Ahwal al-Nabawiyah, 7. Haula Dzikraa al-Ihtifal bi al-Maulid al-Nabawy, dan 8. Kasyfu al-Ghummah fi Ishthina’ al-Ma’ruf wa Rahmati al-Ummah.  Sayyid Ahmad kabarnya belum lama mendapatkan gelar doktor dalam ilmu tafsir dari Universitas al-Azhar Mesir dengan predikat Mumtaz Jiddan atau summa cumlaude. Tampaknya memang kharisma dan pengaruh Sayyid Ahmad ini mewarisi ayahnya Sayyid Muhammad bin Alawy al-Hasany al-Maliky ini yang sangat dikagumi masyarakat dan jamaah haji Indonesia. Setelah selesai pengajian, dilanjutkan dengan shalat isya’ berjamaah. Setelah selesai shalat Jamaah, semua jamaah dipindahkan ke halaman pondok dengan gelaran karpet untuk menimmati makan malam model Arab, dengan nampan besar berisi nasi menu Arab. Jamaah haji Indonesia  yang hadir sangat banyak, memadati ruangan pengajian yang cukup besar. Sampai shaf yang paling depan pun diminta maju ke depan. Pengajian yang dilaksanakan setelah shalat Maghrib, diawali dengan membaca Al-Qur’an surat Yasin dan al-Mulk. Pengajjan dilaksanakan selama tujuh hari dari tanggal 1-7 Dzulhijjah 1439. Merujuk kitab al-Hajj : Fadlail wa Ahkam, ada tiga belas keutamaan dan kemuliaan haji, oleh karena itu para jamaah haji perlu memahaminya agar ibadah hajinya berhasil dan mendapatkan haji mabrur. Pertama, sesungguhnya ibadah haji itu untuk menghancurkan dosa-dosa sebelumnya. Sahabat ‘Amr bin al-Ash ra, yang ingin seluruh dosanya diampuni dengan syarat. Rasulullah saw bersabda: “Ingat, kamu tahu bahwa agama Islam merusak apa yang sebelumnya, hijrah untuk merusak apa yang sebelumnya, dan ibadah haji merusak dosa sebelumnya” (Muslim). Untuk memahmai hadits ini, tentu membutuhkan pemahaman yang cerdas dan bijak. Kedua, orang yang nelaksanakan ibadah haji adalah pejuang (mujahid). Riwayat dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda : “Jihad besar, kecil, dan perempuan: haji dan umrah” (dikeluarkan al-Nasai). Seorang laki-laki datang kepada Nabi saw berkata, “Sungguh aku ingin berjihad fi sabiliLlah”. Rasulullah saw bersabda: “Ingat aku tunjukkan atas jihad yang tidak membutuhkan kekuasaan di dalamnya”. Ia berkata: “Ingat”. Rasulullah saw bersabda : “Haji di Baitullah”. Ketiga, orang yang berhaji adalah delegasi (wafdu) Allah. Rasulullah saw bersabda: “Delegasi Allah itu ada tiga, orang yang berperang (al-ghazi), orang yang berhaji, dan orang yang umrah”. (Riwayat al-Nasai dan Ibn Hibban). Dalam riwayat dari Ibnu Umar, Rasulullah saw bersabda : “Jamaah Haji dan Umrah adalah delegasi Allah, apabila mereka meminta diberi, apabila berdoa dikabulkan, dan apabila berinfaq diganti apa yang mereka infaqkan” (ditakhrij Tamam al-Razi). Keempat, orang yang haji diijabahi doanya. Riwayat Ibnu Abbas, Rasulullah saw : “Lima doa yang tidak ditolak; doa orang haji hingga keluar, doa orang yang perang hingga pulang, doa orang yang teraniaya hingga ditolong, doa orang yang sakit, doa saudara pada saudaranya secara ghaib. Dan yang paling cepat dari doa-doa tersebut diijabahi,  adalah doa pada saudaranya secara ghaib” (Hadits shahih dari Said bin Jubair). Kelima, orang yang haji infaqnya di jalan Allah. Riwayat dari Buraidah ra, Rasulullah saw bersabda : “Nafkah dalam haji seperti infaq fi sabiliLlah. Dirham dilipatgandakan 700 kali lipat”. (Ditakhrij Abu Syaibah dan Ahmad). Keenam, orang yang haji dirhamnya dilipatgandakan 40 juta. Riwayat dari Aisyah ra, Rasulullah saw bersabda : “Apabila orang yang haji keluar dari rumahnya, maka ia dalam penjagaan Allah, apabila ia mati sebelum melaksanakan haji, pahalanya dijamin Allah, apabila ia tinggal sampai selesai haji, diampuni dosa yang lalu dan yang akhir, infaqnya satu dirham dipasankan dengan empat puluh juta, dibanding lainnya” (lihat al-Qira li Qashid Umm al-Qura). Ketujuh, orang yang melaksanakan ibadah haji, nafkahnya diganti (lihat riwayat Tamam al-Razi), Kedelapan, orang yang melaksanakan haji, ditolong (oleh Allah), sebagaimana sabda Rasulullah saw : “Ada empat hal, yang Allah mewajibkan menolongnya, orang yang perang, orang yang menikah, orang yang memerdekakan budak, dan orang yang haji”. Kesembilan, orang yang haji itu adalah penolong (syafi’). Riwayat dari Abu Musa al-Asyary ra menganggap hadits marfu’ sabda Rasulullah saw : “Orang yang haji menolong (yasyfa’u) empatratus dari keluarga rumahnya” (ditakhrij Abdu r-Razzaq). …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *