Home / BERANDA / BELAJAR MENYAYANGI SESAMA DI KOLKATA INDIA

BELAJAR MENYAYANGI SESAMA DI KOLKATA INDIA

Assalamualaikum wrwb.

Mari kita syukuri anugrah dan karunia Allah yang kita terima, hari ini kota sehat afiat dan dapat melaksanakan aktifitas kita hari ini. Jangan lupa kita niatkan ibadah kepada-Nya. Karena memaang misi dilahirkannya kita di dunia ini adalah mengabdi kepada-Nya. Mengabdi dalam bentuk ritual sudah diatur tata cara (kaifiyat)-nya, namun itu semua tidak berarti, manakala tidak dibuktikan dengan ibadah sosial kita kepada sesama dan makhluk lainnya.

Shalawat dan salam mari kita lantunkan untuk Baginda Rasulullah saw, keluarga, dan para sahabat. Semoga semua urusan kita hari ini dimudahkan oleh Allah, dan kelak di akhirat kita dipayungi oleh syafaat beliau.

Saudaraku, atas karunia-Nya juga, saya sebagai direktur pascasarjana UIN Walisongo bersama 13 orang pimpinan UIN Walisongo, semua dekan fakultas, wakil rektor 1 dan 2, berkesempatan untuk melakukan akademik dan budaya ke Kolkata India. Kolkata — dulu dikenal sebagai Calcuta, adalah ibukota negara bagian  Bengal Barat. Termasuk kota tua, karena India yang dulunya adalah “jajahan” Inggris, didirikan Raja Inggris tahun 1773-1911. Sekarang dikenal sebagai kota besar arsitektur, galeri seni, dan festival budayanya. Juga menjadi rumah Ibu, markas penyebaran misi santunan yang didirikan oleh Bunda Teresa (kolkata, city in India).

Kota Kolkata yang berada di Koordinat 22°34′N 88°22′E / 22.567°N 88.367°E, Negara India, Negara Bagian Bengal Barat, Datuk Bandar Bikash Ranjan Bhattacharya, berpenduduk 4,580,544 (2001), sekarang sekitar 5,1 juta, mempunyai luas wilayah  24,760/km2 (64,128/sq mi), 14,681,589 (3rd) (2006; luas wilayah 185 km2 (71 sq mi) dengan ketinggian  9 m (30 kaki) di atas permukaan air laut (www.kolkatamycity.com). Sementara jumlah penduduk Negara Bagian Bengal atau Benggala Barat ada yang menyebutkan berpenduduk 25 juta orang san 50% memeluk agama Islam.

Dalam versi lain, Kolkata didirikan Inggris tahun 1690, ditaklukkan oleh kepala daerah Benggala tahun 1757, direbut kembali oleh Clive 1757. Pernah menjadi ibukota India pada tahun 1833-1912. Meskipun cukup banyak kemajuan di Kolkata, tetapi begitu keluar dari Bandara Internasional Negaji Subhas Chandra Bose, yang terletak di Dum Dum, dengan kode CCU, masih terlihat banyak mobil taksi, yang sudah jadi mobil sangat antik di Indonesia.

Yang menarik adalah, di Kolkata ini banyak perguruan tinggi ternama. Universitas Calcutta meruoakan PT terkemuka di India. Didirikan tahun 1857, dengan 22.000 mahasiswa, dan tahun 2011 berada di peringkat 600 versi QS Ranking, dan 2012 menembus ranking 150 besar PT Dunia (www.berkuliah.com). Ada Jadavpur University, Maulana Abul Kalam Azad University, University of Kaylani, St. Xavier’s College, Presidency University, West Bengal State University, Aliah University, Rabindra Bharati University, Indian Statistical Institute, Techno India, dan lain-lain.

Data tahun 2001 menunjukkan, Kolkata memiliki kadar pendidikan (kebolehan membaca) 75%, melebihi kadar rerata kebangsaan 59.5%; dengan 57% lelaki dan 43% wanita mampu membaca, 8% dari populasi berusia di bawah 6 tahun (2001)(ms.m.wikipedia.org). Tampaknya Kolkata termasuk kota yang dianggap lebih maju dibanding negara bagian lainnya.

Banyak destinasi wisata yang menarik dikunjungi di Kolkata. Ada Victoria Memorial Hall, Dakshineswar Kali Temple, Mother House, Jorasanko Thakur Bari, Swami Vivekananda’s, Museum Teknologi, Birla Temple, St. John’s Church, Eden Gardens, dan Howrah Bridge (www.tripadvisor.co.id).

Negara India Jumlah Penduduknya tahun 2017 mencapai 1,342,512,000 Jiwa (Satu Milliar Tiga Ratus Empat Puluh Dua Juta Lima Ratus Dua Belas Ribu) Jiwa menyumbang 18,7% pendudjk dunia. Negara India (Republic of India) adalah negara dengan jumlah penduduk no 2 terbanyak di dunia setelah China. Sementara China penduduknya mencapai 1.385.810.000 (Satu Milyar Tiga Ratus Delapan Puluh Lima juta, delapa  ratus sepuluh ribu jiwa) per Oktober 6, 2017 atau 17,7% penduduk dunia (m.wikipedia.org). Amerika mencapai 326.882.000 jiwa atau 4,4% dan Indonesia mencapai 255,461,700 jiwa per Juli 2017 atau 3,44%.

Sebagai negara yang penduduk besar, selain butuh manajemen yang profesional, juga bagaimana menjadi kerukunan antar warganya, agar dapat terjalin persatuan dna perdamaian. Dalam versi tribunnews.com, Konflik antaretnis yang pecah di Provinsi Assam, Timur India, Rabu (25/7/2012), mengakibatkan 32 orang tewas, dan membuat 150 ribu orang meninggalkan rumah mereka. “Ketegangan di bawah permukaan antara suku mayoritas Bodø dengan suku imigran minoritas Muslim meledak menjadi pertumpahan darah di Kabupaten Kokrajhar, yang berbatasan dengan negara tetangga Bhutan,” kata Kepala Polisi Darah Assam, JN Chaudhury, seperti dikutip dari CNN.

Apa yang kita dapat ambil pelajaran? Tentu pertama, kita ingat sosok Bunda Theresa. Tokoh kharismatik, yang diabadikan dengan gedung dan museum Mother Housenya, dan misi karitatifnya. Memang gerakan Mother Theresa ini adalah gerakan missionaris.  Kedua, bagaimana menjaga kerukunan. Negara kita tampaknya sudah dikenal sebagai negara yang penduduknya paling majemuk, akan tetapi memiliki keunggulan sebagai  negara yang paling sejuk, kondusif, dan menjadi kiblat dan model kerukunan di dunia.

Apa yang dilakukan oleh Mother Theresa yang menghabiskan umurnya untuk menyayangi anak-anak yang papa, terlantar, dan miskin, dan sekarang juga masih diteruskan. Bahkan di museumnya, juga masih menjadi salah satu destinasi wisata di Kolkata India. Ini mengingatkan kita pada penjelasan Al-Quran: “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Shabiin, siapa di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (QS. Al-Baqarah: 62). Demikian juga QS. Al-Maidah: 69.

Apakah apa yang dilakukan Mother Theresa dalam pandangan dan pemahaman kita dalam perspektif Islam bisa diterima, atau tidak karena agamanya berbeda, saya tidak mau memasuki wilayah itu. Memang Allah menegaskan dalam QS. An-Nahl: 97;

 

من عمل صالحا من ذكر او انثى وهو مؤمن فلنحيينه حيوة طيبة ولنجزينهم اجرهم باحسن ما كانوا يعملون  النحل ٩٧

 

“Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebjh dari apa yang telah mereka kerjakan”.

Saudaraku,  bagi kita yang menganut agama Islam, kita memiliki idola dan teladan yang baik, yakni Rasulullah saw. Dalam bukan Muharram dan berbagai kesempatan lainnya, beliau mengajarkan untuk berbagi kepada anak-anak yatim, mengusap-usap kepala mereka seraya berdoa dan mengasihi mereka, agar mereka bisa mendapatkan dan terpenuhi hak-hak hidupnya secara normal.

Kewajiban zakat yang 2,5% persen dari penghasilan kita, mari kita tingkatkan, agar janban sampai di salam harta kita terselip harta yang sesungguhnya itu hak para fakir miskin, dan anak-anak yang sangat membutuhkan perhatian, pertolongan, dan kepedulian yang tinggi kepada mereka. Kaarena sesungguhnya, harta kita yang sesungguhnya, adalah hata yang kita sedekahkan kepada orang lain. Apalagi jika kita mampu secara disiplin, mengeluarkannya setiap tahun, dan didistribusikan melalui amil zakat. Agar penanganan para mustahiq bisa dipersiapkan dengan baik, agar mampu memberdayakan mereka, dan secara bertahap juga mengentaskan mereka dari kemiskinan.

Rasulullah saw mengingatkan kepada kita, “nyaris kefakiran (orang fakir) itu menjadikan kufur”. Ini tentu menjadi cambuk dan pengingat bagi kita semua, agar dengan ikhlas menjadi penyantun yang peduli kepada sesama. Insyaa Allah hidup kita akan dimuliakan oleh Allah. Kalau Anda menemukan kebijaksanaan atau hikmah, maka ambillah.

Allah a’lam bi sh-shawab.

Wassalamjalaikum wrwb.

Hotel Fern Kolkata India, 8/10/2017.

Check Also

13 KEMULIAAN ORANG HAJI DARI SAYYID AHMAD AL-MALIKY

Hari Ahad, 1 Dzul Hijjah 1439 H adalah hari keberuntungan buat saya dan sebagian jamaah haji Indonesia dari berbagai daerah yang bersilaturrahim ke pesantren (ribath) Dr. Sayyid Ahmad bin Sayyid Muhammad bin ‘Alawy  al-Hasany al-Maliky. Di pesantren yang mayoritas santrinya berasal dari Indonesia dan berafiliasi ke madzhab Maliky, memang sudah sangat dikenal oleh pimpinan pesantren di Indonesia. Saya berkesempatan silaturrahim ke beliau, dijemput alumnus al-Azhar Mukhlish Syafiq, dan diantar oleh KH Labib yang juga mudir pesantren Al-Hikmah 1 Benda Sirampog Brebes, yang merupakan alumni pesantren Dr. Sayyid Ahmad tersebut, sehingga saya dapat bicara dan sempat digandeng sebentar oleh Sayyid Ahmad, sembari memperkenalkan diri, dan alhamdulillah diberi kesempatan untuk ikut duduk di barisan depan di sebelah Sayyid Ahmad mengajarkan kitab hadits Lawaqih al-Anwar al-Muhammadiyah  dan Kitab Lathaif al-Ma’arif tentang tashawuf. Beberapa tahun yang lalu, di luar musim haji, saya pernah sowan silaturrahjm, ketika beliau masih berusia 30 tahunan, bersama dengan beberapa ulama dari Indonesia, Jawa Tengah dan Jawa Timur, ke Habib Umar al-Jilany di wilayah Mekah juga, setelah itu ke Habib Umar bin Salim pemimpin dan pengasuh pesantren  Dar al-Musthtafa Tarim Hadlramaut dan diundang oleh mahasiswa Indonesia di Dar al-Ahqaf Yaman. AlhamduliLlah setelah pengajian saya mendapatkan hadiah beberapa kita karangan Sayyid Muhammad bin ‘Alawy di antaranya: 1. Al-Hajj : Fadlail wa Ahkam, 2. Muhammad saw : Al-Insan al-Kamil, 3. Mafahim Yajib an Tushahhah, 4. Al-Qawa’id al-Asasiyah fi ‘Ulum al-Qur’an, 5. Al-Qawa’id al-Asasiyah fi Ushul al-Fiqh, 6. Tarikh al-Hawadits wa al-Ahwal al-Nabawiyah, 7. Haula Dzikraa al-Ihtifal bi al-Maulid al-Nabawy, dan 8. Kasyfu al-Ghummah fi Ishthina’ al-Ma’ruf wa Rahmati al-Ummah.  Sayyid Ahmad kabarnya belum lama mendapatkan gelar doktor dalam ilmu tafsir dari Universitas al-Azhar Mesir dengan predikat Mumtaz Jiddan atau summa cumlaude. Tampaknya memang kharisma dan pengaruh Sayyid Ahmad ini mewarisi ayahnya Sayyid Muhammad bin Alawy al-Hasany al-Maliky ini yang sangat dikagumi masyarakat dan jamaah haji Indonesia. Setelah selesai pengajian, dilanjutkan dengan shalat isya’ berjamaah. Setelah selesai shalat Jamaah, semua jamaah dipindahkan ke halaman pondok dengan gelaran karpet untuk menimmati makan malam model Arab, dengan nampan besar berisi nasi menu Arab. Jamaah haji Indonesia  yang hadir sangat banyak, memadati ruangan pengajian yang cukup besar. Sampai shaf yang paling depan pun diminta maju ke depan. Pengajian yang dilaksanakan setelah shalat Maghrib, diawali dengan membaca Al-Qur’an surat Yasin dan al-Mulk. Pengajjan dilaksanakan selama tujuh hari dari tanggal 1-7 Dzulhijjah 1439. Merujuk kitab al-Hajj : Fadlail wa Ahkam, ada tiga belas keutamaan dan kemuliaan haji, oleh karena itu para jamaah haji perlu memahaminya agar ibadah hajinya berhasil dan mendapatkan haji mabrur. Pertama, sesungguhnya ibadah haji itu untuk menghancurkan dosa-dosa sebelumnya. Sahabat ‘Amr bin al-Ash ra, yang ingin seluruh dosanya diampuni dengan syarat. Rasulullah saw bersabda: “Ingat, kamu tahu bahwa agama Islam merusak apa yang sebelumnya, hijrah untuk merusak apa yang sebelumnya, dan ibadah haji merusak dosa sebelumnya” (Muslim). Untuk memahmai hadits ini, tentu membutuhkan pemahaman yang cerdas dan bijak. Kedua, orang yang nelaksanakan ibadah haji adalah pejuang (mujahid). Riwayat dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda : “Jihad besar, kecil, dan perempuan: haji dan umrah” (dikeluarkan al-Nasai). Seorang laki-laki datang kepada Nabi saw berkata, “Sungguh aku ingin berjihad fi sabiliLlah”. Rasulullah saw bersabda: “Ingat aku tunjukkan atas jihad yang tidak membutuhkan kekuasaan di dalamnya”. Ia berkata: “Ingat”. Rasulullah saw bersabda : “Haji di Baitullah”. Ketiga, orang yang berhaji adalah delegasi (wafdu) Allah. Rasulullah saw bersabda: “Delegasi Allah itu ada tiga, orang yang berperang (al-ghazi), orang yang berhaji, dan orang yang umrah”. (Riwayat al-Nasai dan Ibn Hibban). Dalam riwayat dari Ibnu Umar, Rasulullah saw bersabda : “Jamaah Haji dan Umrah adalah delegasi Allah, apabila mereka meminta diberi, apabila berdoa dikabulkan, dan apabila berinfaq diganti apa yang mereka infaqkan” (ditakhrij Tamam al-Razi). Keempat, orang yang haji diijabahi doanya. Riwayat Ibnu Abbas, Rasulullah saw : “Lima doa yang tidak ditolak; doa orang haji hingga keluar, doa orang yang perang hingga pulang, doa orang yang teraniaya hingga ditolong, doa orang yang sakit, doa saudara pada saudaranya secara ghaib. Dan yang paling cepat dari doa-doa tersebut diijabahi,  adalah doa pada saudaranya secara ghaib” (Hadits shahih dari Said bin Jubair). Kelima, orang yang haji infaqnya di jalan Allah. Riwayat dari Buraidah ra, Rasulullah saw bersabda : “Nafkah dalam haji seperti infaq fi sabiliLlah. Dirham dilipatgandakan 700 kali lipat”. (Ditakhrij Abu Syaibah dan Ahmad). Keenam, orang yang haji dirhamnya dilipatgandakan 40 juta. Riwayat dari Aisyah ra, Rasulullah saw bersabda : “Apabila orang yang haji keluar dari rumahnya, maka ia dalam penjagaan Allah, apabila ia mati sebelum melaksanakan haji, pahalanya dijamin Allah, apabila ia tinggal sampai selesai haji, diampuni dosa yang lalu dan yang akhir, infaqnya satu dirham dipasankan dengan empat puluh juta, dibanding lainnya” (lihat al-Qira li Qashid Umm al-Qura). Ketujuh, orang yang melaksanakan ibadah haji, nafkahnya diganti (lihat riwayat Tamam al-Razi), Kedelapan, orang yang melaksanakan haji, ditolong (oleh Allah), sebagaimana sabda Rasulullah saw : “Ada empat hal, yang Allah mewajibkan menolongnya, orang yang perang, orang yang menikah, orang yang memerdekakan budak, dan orang yang haji”. Kesembilan, orang yang haji itu adalah penolong (syafi’). Riwayat dari Abu Musa al-Asyary ra menganggap hadits marfu’ sabda Rasulullah saw : “Orang yang haji menolong (yasyfa’u) empatratus dari keluarga rumahnya” (ditakhrij Abdu r-Razzaq). …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *