Home / BERANDA / KITA BERSIHKAN DOSA DAN CUCI AIB (156)

KITA BERSIHKAN DOSA DAN CUCI AIB (156)

Oleh Ahmad Rofiq
Assalamualaikum wrwb.
      Saudaraku, mari kita syukuri anugrah dan karunia Allah, agar kita termasuk hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur. Kalau kita bersyukur kepada Allah, hati kita akan merasa bahagia, karena kebahagiaan tidak berbanding lurus dengan materi. Bahagia itu datang karena kita mampu merasakan jaminan dan ketercukupan dari Allah. Shalawat dan salam mari kita wiridkan untuk mengiringi shalawat Allah dan Malaikat pada baginda Rasulullah saw, keluarga, san para sahabat.
      Puasa terasa sudah akan meninggalkan kita. Hati dan fikiran kita sudah merasa menyesali diri, karena belum mampu melaksanakan pesan Rasulullah saw, untuk menghidupkan makam-malam Ramadlan dengan maksimal. Semoga di sisa-sisa hari di bulan Ramadlan ini, kita sapat memperbanyak amalan dan dzikir kita kepada Allah Rabbil ‘Izzah.
     Saudaraku, di hari ke-23, kita dianjurkan untuk berdoa dan mohon kepada Allah :
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الذُّنُوْبِ وَ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُيُوْبِ وَ امْتَحِنْ قَلْبِيْ فِيْهِ بِتَقْوَى الْقُلُوْبِ يَا مُقِيْلَ عَثَرَاتِ الْمُذْنِبِيْنَ
”Ya Allah, limpahkanlah kasih sayang-Mu pada junjungan kami, Nabi Muhammad, dan juga pada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad, Ya Allah sucikanlah kami dari dosa-dosa dan bersihkanlah diri kami dari segala aib (keburukan). Uji hati kami dengan ketakwaan hati kami wahai Penghapus kesalahan orang-orang yang berdosa”.
     Saudaraku, manusia biasa tampaknya dirancang banyak kelemahan dan kekurangan. Nyaris dia tidak bisa menghindari kekeliruan dan kesalahan. Merencanakan hasir salam suatu kegiatan, tiba-tiba berhalangan. Berjanji hadir tepat waktu, tiba-tiba pelaksanaan acara di suatu tempat yang sudah dirancang tepat waktu, ternyata mundur. Akibatnya, acara lain yang sudah dijanjikan mundur juga. Demikian juga kematian, ketika datang tidak bisa ditunda. Seperti anak-anak muda yang baru-baru ini meninggal dunia mendadak, karena terseret oleh kereta api, padahal sudah di palang pintu, tetapi mereka nekad menyerobot dengan mengangkat palang pintu. Orang lain yang sudah mengingatkan pun tidak dihiraukan. Itu lah manusia. “Malang tak dapat dihindari, Untung tidak bisa diraih”. Seharusnya, “Untung harus diraih, diperjuangkan, dan direbut. Dan malang harus dihindari dan dibuang”.
       Saudaraku, mengapa kita harus berdoa? Bukankah Allah sudah melimpahkan akal dan kemampuan pada kita. Sebenarnya apabila kita renungkan bersama, acheter viagra Allah sudah memberikan anugrah dan pertolongan-Nya pada kita hal-hal yang mungkin kita tidak minta. Tetapi Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan kita untuk berdoa dan memohon kepada-Nya. Firman Allah berikut ini:
ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ. الاعراف ٥٥
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (QS. Al-A’raf:55).
        Demikian juga pada ayat berikutnya, berdoa dengan khauf dan raja’ atau rasa takut tidak diterima dna berharap akan dikabulkan.
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَتَ اللهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ.  الاعراف ٥٦.
“Dan janganlah kamu membuat keruaakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan hatapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al-A’raf:56).
       Dalam fenomena maraknya sekularisme, banyak orang merasa sudah bisa memenuhi kebutuhannya sendiri, tanpa bantuan dan pertolongan dari Allah. Seperti Nietzsche mengatakan “tuhan telah mati, kita telah membunuhnya”. Demikian juga Josepht Stalin. Semua urusan diselesaikan sendiri. Sudah sepatutnya ini menjadi bahan renungan buat kita yang sadar akan segala keterbatasan manusia dan kita membutuhkan pertolongan Allah Swt. Dalam QS. Al-Baqarah 186 Allah menjelaskan:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ. البقرة ١٨٦.
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku (Allah), maka (jawablah) bahwasanya Aku asalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berasa dalam kebenaran” (QS. Al-Baqarah: 186).
       Saudaraku, kita harus jalankan semua perintah Allah dan jauhi semua larangan-Nya,  karena dengan ketaatan kita, Allah akna mengabulkan doa dan permohonan kita. Karena doa yang menjadi saripati ibadah kita itu, akan dapat dirasakan manakala didahului ketaatan yang maksimal.
Semoga hidup kita dibersihkan oleh Allah dari segala macam aib dan dosa. Segala macam aib dan kekurangan kita, biarlah ditutupi oleh Allah. Kita juga musti berusaha menutupi sekiranya kita mengetahui kesalahan atau aib orang lain. Karena barang siapa menutup aib orang lain di dunia, maka Allah akan menutup aibnya di akhirat nanti.
Allah a’lam bi sh-shawab.
Wassalamualaikum wrwb.
Ngaliyan Semarang, 18/6/2017.

Check Also

INDONESIA: “IRISAN SURGA” DI BUMI NUSANTARA

Assalamualaikum wrwb. Alhamdu liLlah wa sy-syukru liLlah. Segala puji hanya milik Allah. Mari kita syukuri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *