Home / BERANDA / AL-QUR’AN, PUASA, DAN ISTIQAMAH

AL-QUR’AN, PUASA, DAN ISTIQAMAH

Assalamualaikum wrwb.
       Saudaraku yang dirahmati Allah, mari kita syukuri anugrah Allah, karena pertolongan dan kasih sayang-Nya kita sehat afiat dan dapat menjalani puasa hingga hari ke enambelas. Semoga puasa kita diterima oleh Allah. Shalawat dan salam mari kita wiridkan pada Baginda Rasulullah Muhammad saw, keluarga dan para sahabat. Semoga syafaat beliau kelak memayungi kita di akhirat ketika tidak ada lagi manfaatnya harta dan anak-anak kita, kecuali kita yang datang sowan menghadap Allah dengan hati yang suci (QS. Al-Syu’ara:89).
       Saudaraku, di bulan suci Ramadlan, Allah mengawali penurunan Al-Qur’an, yang ditujukan untuk memberi petunjuk pada manusia agar mampu membedakan antara yangbhaq dan yang batil, yang makruf dan yang munkar (QS. Al-Baqarah: 185). Al-Qur’an juga dimaksudkan untuk menjadi obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang mendera manusia agar mampu menangkap kasih sayang (rahmat) dari Allah Rabbul ‘Izzah (QS. Al-Isra’:82).
       Al-Qur’an juga dimaksudkan untuk mempersatukan perbedaan di antara kaum muslim yang berbeda pandangan.
كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ وَأَنزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ وَمَا اخْتَلَفَ فِيهِ إِلَّا الَّذِينَ أُوتُوهُ مِن بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ فَهَدَى اللهُ الَّذِينَ آمَنُوا لِمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَاللهُ يَهْدِي مَن يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
“Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan) maka Allah mengutus para Nabi sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputuaan di angara manusia tengang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tengang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus” (QS. Al-Baqarah:213).
       Pendek kata, Al-Qur’an adalah panduan hidup agar perjalanan hidup manusia bisa mengikuti jalan yang lurus (الصراط المستقيم). Al-Qur’an juga disebut sebagai panduan akhlaq manusia, agar menjadi hamba Allah yang baik, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah saw. Ketika sahabat bertany kepada ‘Aisyah ra, tengang bagaimana akhlaq Rasulullah saw, Aisyah menjawab:
 أن السيدة عائشة رضى اللّه عنها سئلت عن أخلاق النبى صلى الله عليه وسلم فقالت : كان خلقه القرآن رواه مسلم وغيره.
Sesungguhnya tuan putri ‘Aisyah ra ketika ditanya tentang akhlaq Nabi saw, ‘Aisyah berkata: “Akhlaq beliau (Rasulullah saw) adalah Al-Qur’an” (Riwayat Muslim).
       Saudaraku, Al-Quran awalnya diturunkan pada bulan Ramadlan, dan sempurna diturunkan membutuhkan waktu 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari. Karena itu tanggal 17 Ramadlan diperingati sebagai hari turun ya Al-Qur’an (nuzul al-Qur’an). Agar supaya kita bisa hidup istiqamah dalam jalur kebaikan, kita dianjurkan berdoa memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla:
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
َاللَّهُمَّ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوَافَقَةِ الْأَبْرَارِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مُرَافَقَةَ الْأَشْرَارِ وَ آوِنِيْ فِيْهِ بِرَحْمَتِكَ إِلَى (فِيْ ) دَارِ الْقَرَارِ بِإِلَهِيَّتِكَ يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ
 “Ya Allah limpahkanlah kasih sayang-Mu pada junjungan kami Muhammad, dan keluarga junjungan kami Nabi Muhammad. Ya Allah, anugrahilah kepada kami di bulan ini agar supaya bisa bergaul dengan orang-orang yang baik, dan jauhkanlah aku di dalamnya dari bergaul dengan orang-orang jahat. Berilah aku perlindungan di bulan ini dengan rahmat-Mu sampai ke alam Akhirat. Demi keesaan-Mu wahai Tuhan semesta Alam”.
       Saudaraku, mari kita bersama-sama saling mengingatkan supaya ibadah puasa kita sempurna, kita berikhtiar agar hidup kita berkah, iman kita bertambah dan hidup istiqamah, termasuk dalam melanggengkan dzikir kita dan membaca, memahami, menghayati makna dan pesan Al-Qur’an, agar hidup kita selalu dalam panduan dan perunjuk Al-Qur’an.
 Insya Allah hidup kita akan berlimpah keberuntungan dan keberkahan. Allah ‘Azza wa Jalla mengingatkan dalam QS. Fuşşilat:30,
ان الذين قالوا ربنا الله ثم استقاموا تتنزل عليهم الملاءكة ألا تخافوا ولا تحزنوا وأبشروا بالجنة التي كنتم توعدون
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS. Fushshilat:30).
       Saudaraku, semoga Allah senantiasa menolong kita, menjaga kita dalam keadaan sehat afiat, panjang umur, dan dapat menyempurnakan ibadah puasa kita, istiqamah untuk melanggengkan dzikir kepada-Nya, sehingga kita mampu merasakan lezat dan ketenteraman hati kita, sehingga dapat mencicipi kebahagiaan yang sejati. Surga memang kelak di akhirat, namun ketika kita mampu menangkap dan merasakan irisan surga dari Allah dalam hidup kita, kita akan hidup bahagia, nyaman, dan tenteram. Selamat memperingati hari Nuzul al-Qur’an, semoga kita senantiasa dirahmati Allah dengan Al-Qur’an.
Allah a’lam bi al-shawab.
Wassalamualaikum wrwb.
Ngaliyan Semarang, 11/6/2017.

Check Also

INDONESIA: “IRISAN SURGA” DI BUMI NUSANTARA

Assalamualaikum wrwb. Alhamdu liLlah wa sy-syukru liLlah. Segala puji hanya milik Allah. Mari kita syukuri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *