Home / KOLOM DIREKTUR

KOLOM DIREKTUR

PUASA DAN KEBENINGAN HATI

Assalamualaikum wrwb.       AlhamduliLlah wa sy-syukru liLlah. Ibadah puasa kita sudah sampai tanggal 25 Ramadlan. Semoga Allah menerima dan menghapus segala macam debu-debu dosa, dan kesalahan kita selama setahun. Untuk dosa-dosa sosial, semoga kesalahan kita dimaafkan oleh orang-orang yang kita kecewakan atau bahkan kita sering berbuat salah kepada mereka.       Salawat dan salam mari kita senandungkan …

Read More »

“HALAL IS MY LIFESTYLE” DAN BERKAH RAMADHAN

Assalamualaikum wrwb. Puji dan syukur hanya milik Allah. Mari kita syukuri anugrah dan karunia Allah, yang kita tidak mampu menghitungnya. Hanya karena anugrah-Nya, kita sehat afiat dan dapat menjalankan aktifitas kita, semoga kita tidak lupa meniatkannya sebagai ibadah dan dapat lebih menyempurnakan ibadah puasa kita. Shalawat dan salam mari kita senandungkan pada Baginda Rasulullah saw, keluarga, sahabat, dan pengikut yang berkomitmen meneladani beliau. Semoga semua urusan kita mendapat kemudahan dari Allah, dan kelak di akhirat kita mendapat syafaat dari Rasulullah saw. Sebagai Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) atau LPPOM-MUI Jawa Tengah, saya dengan teman-teman keluarga besar LPPOM dan Pengurus MUI Provinsi Jawa Tengah wajib merasa bersyukur kepada Allah SWT. Atas karunia Allah dalam minggu ini, LPPOM MUI Jawa Tengah mendapatkan momentum dan anugrah yang luar biasa dari Allah yang telah menghamparkan rizqi-Nya di muka bumi ini, dalam melakukan upaya membangun budaya halal di Jawa Tengah. Pasalnya, 3-5 Juni 2018, Muslim Trade Center (MTC) yang dibentuk beberapa waktu lalu atas kerjasama MUI Jawa Tengah, KADIN Jawa Tengah, Walikota Semarang, menggelar Trade Halal Expo 1439 H di Unnes Trade Center Sampangan Semarang. Saya hadir dan memberi sambutan pada acara tersebut yang diikuti oleh 150 UKM dan santunan anak-anak yatim. Tanggal 5-7 Juni 2018, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan LPPOM MUI Provinsi Jawa Tengah menggelar acara yang cukup spektakuler di halaman Gedung Gradhika Bhakti Praja Provinsi Jawa Tengah yang diikuti 250 UKM di Jawa Tengah. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah menjanjikan 150 UKM yang belum mendapatkan sertifikat halal MUI, untuk dibiayai agar segera mengurus sertifikasi halal dan segera diproses pendaftarannya kepada LPPOM MUI Jawa Tengah. Itu merupakan komitmen Kadinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah untuk membantu dan memberdayakan UKM yang ada di Jawa Tengah. Selama ini sudah ada beberapa Dinas Koperasi dan UKM di Beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang sudah memfasilitasi sertifikasi halal UKM atau IRT (Industri Rumah Tangga). LPPOM MUI juga bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM,  Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan Instansi terkait di Provinsi  Jawa Tengah untuk memfasilitasi sertifikasi halal IRT atau UKM di Jawa Tengah. Hingga tahun 2018 LPPOM MUI Jawa Tengah telah melayani sertifikasi halal tidak kurang dari 1.250 UKM secara cuma-cuma. Tentu bukan berarti dalam sertifikasi halal itu tidak membutuhkan biaya, akan tetapi biaya ditanggung oleh Dinas-dinas yang bekerjasama dengan LPPOM MUI Jawa Tengah.        LPPOM MUI sudah menerapkan ISO 17065 dan sudah beberapa tahun membuka layanan sertifikasi halal secara online. Ini dimaksudkan agar sebagai Lembaga yang melayani masyarakat industri, menggunakan standard operation procedure atau SOP yang baku. Customer juga dapat mengakses secara terbuka, dalam proses sertifikasi halal. Ini perlu dijelaskan, agar tidak ada oknum siapapun yang memanfaatkannya untuk menyalahgunakan kesempatan untuk kepentingan yang tidak semestinya. Halal sebagai Lifestyle Halal sebagai gaya hidup saya atau Halal is My Lifestyle.  Itulah “motto” yang diambil oleh LPPOM MUI Jawa Tengah. “Perjuangan” LPPOM MUI Jawa Tengah menjalankan tugas bahwa sertifikasi halal itu masih bersifat sukarela atau voluntary memerlukan keseriusan, kesabafan, dan ketelatenan ekstra tinggi. Inisiatif untuk bersilaturrahim dan membangun jaringan dan mitrakerja, menjadi bagian yang sangat penting untuk merintis jalan membangun budaya halal di Jawa Tengah. Sebenarnya agak aneh dan naif, Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, akan tetapi jaminan produk halal yang beredar di masyarakat, meskipun sudah lahir Undang-undang No. 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal, belum semuanya produk yang beredar di pasaran, telah tersertifikasi kehalalannya. Karena amanat sertifikasi halal yang bersifat mandatory atau kewajiban bagi setiap produsen yang menjual produknya, belum bisa diberlakukan secara efektif. Bahkan RUU Jaminan Produk Halal ini konon membutuhkan waktu sampai 9 (sembilan) tahun. Tetapi itulah kenyataan yang harus dijalani dan disyukuri. Saudaraku, dalam perspektif hukum Islam para Ulama merumuskan kaidah “ما لا يدرك كله لا يترك كله” artinya “apa yang tidak didapatkan seluruhnya tidak ditinggal seluruhnya”. Merefer kaidah tersebut, sambil menunggu berlakunya secara efektif UU No. 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal, LPPOM MUI masih tetap berkomitmen melayani secara voluntary terhadap sertifikasi halal. LPPOM MUI memegang prinsip bahwa untuk membangun budaya halal, atau halal sebagai gaya hidup, memerlukan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas. Dalam ungkapan berbahasa Arab, dikemukakan قليلا و قليلا فصار جبلا   artinya “sedikit demi sedikit maka jadilah “gunung”. Dalam peribahasa Indonesia, “berakit-rakit ke hulu berenang ke tepian” artinya “bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”. Saudaraku, bulan Ramadhan adalah bulan berkah. Jika di tahun 1439 H atau 2018 M ini, Pemprov Jawa Tengah bisa menggelar Jambore Halal 2018, maka tahun depan, sebagaimana sambutan pengarahan Plt. Gubernur Jawa Tengah yang diwakili Sekda Dr. Ir. H. Sri Puryono, MM, akan diselenggarakan lebih besar lagi. Selain itu, Ketua Umum HIPMI Jawa Tengah Ferry Firmawan juga semangat. Tampaknya Jambore Halal 2018 yang digelar Pemprov Jawa Tengah dengan leading sector Dinas Koperasi dan UKM,, Trade Halal Expo 1439 H oleh Muslim Trade Center di Unnes Trade Center, dan Rakor Ketahanan Pangan Kota Semarang 2018 yang melibatkan seluruh OPD dan Stake holder untuk mencanangkan Kuliner Halal Center di Kota Semarang, adalah wujud keberkahan dari Allah ‘Azza wa Jalla. Anak-anak dan generasi muda di Kota Semarang yang menjadi ibukota Provinsi Jawa Tengah insyaa Allah akan menjadi generasi muda yang shalih dan shalihah, apabila mereka sudah terbiasa dan terbudaya mengonsumsi produk yang halal dan thayyib. Karena tubuh kota sebagai manusia jika ingin sehat, aman, dan berkah, memang pilihannya hanya satu, mengonsumsi produk yang halal. Karena itu, tekad dan komitmen kota Semarang, yang sebentar lagi menjadi aren  perlintasan para pemudik dari Jakarta, Jawa Barat atau Jawa Timur, agar mampu menyediakan makanan yang sehat, aman, dan halal, sebagai jaminan mutu, perlu didukung dan dibudayakan secara simultan dan sinergis. Dengan demikian, motto “Halal is My Lifestyle” akan bisa terwujud secara perlahan namun pasti. Ketika halal sudah menjadi budaya, maka pada saatnya, kita akan secara reflek, menolak apapun yang haram. Karena sebagaimana warning Rasulullah saw bersabda : “ Setiap daging yang tumbuh dari makanan haram, maka neraka lebih utama baginya”, adalah bentuk kepedulian dan kesungguhan beliau kepada kita sebagai umat beliau. Allah a’lam bi sh-shawab. Wassalamualaikum wrwb. Ngaliyan Semarang, 8/6/2018.

Read More »

PUASA, PENDIDIKAN KASIH SAYANG, DAN TOLERANSI DALAM KELUARGA

Assalamualaikum wrwb.       Segala puji dan syukur milil Allah. Mari kita lahirkan syukur kita kepada Allah,  atas karunia dan kasih sayang-Nya kita sehat afiat dan dapat menjalankan aktifitas dan tetap berpuasa. Meskipun musafir dibolehkan tidak puasa, namun karena jika membayar terasa berat, maka tetap berpuasa itu lebih baik (QS.  Al-Baqarah: 183). Shalawat dan salam mari kita wiridkan untuk …

Read More »

MTC DAN PENGUATAN EKONOMI RAKYAT KECIL

Assalamualaikum wrwb.       Mati kita syukuri anugrah dan karunia Allah. Hanya atas kasih sayang-Nya, kita sehat afiat dan dapat melaksanakan aktifitas sebagai bagian dari ibadah sosial kita. Shalawat dan salam semoga tercurah pada Rasulullah saw, keluarga, sahabat, dan pengikut yang setia meneladani beliau. Semoga kelak kita mendapat syafaat beliau. MTC (Muslim Trade Center) yang digagas oleh Ketua Umum …

Read More »

BELAJAR KUALITAS, KOMITMEN, DAN IKHLAS DARI PERANG BADAR

Assalamualaikum wrwb.       Mari kita syukuri anugrah dan karunia Allah yang tak terhingga. Sadar atau tidak, kita mampu merasakan atau tidak, hidup kita ini tergantung atas pertolongan dan anugrah Allah. Semoga kita mampu memanfaatkan nikmat dan karunia-Nya untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita. Shalawat dan salam mari kita wiridkan untuk Baginda Rasulullah Muhammad saw, keluarga, sahabat, dan …

Read More »

MEMAKNAI FILOSOFI/HIKMAH PUASA

Assalamualaikum wrwb. Saudaraku, mari kita ungkapkan syukur kita kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Hanya karena anugrah dan pertolongan-Nya semata kita sehat wafiat dan dapat melaksanakan aktifitas kita. Shalawat dan salam mari kita senandungkan pada Baginda Rasulullah Muhammad saw, keluarga, sahabat, dan pengikut yang istiqamah meneladani beliau. Semoga semua urusan kita dimudahkan oleh Allah dan kelak di akhirat kita mendapat syafaat …

Read More »

HAJI, PETUGAS, NIAT, DAN PENYUCIAN DIRI

Oleh Ahmad Rofiq Assalamualaikum wrwb.       Mari kita terus bersyukur atas anugrah dan karunia Allah yang telah dan akan dilimpahkan pada kita. Hanya atas kasih sayang-Nya kita sehat afiat dan dapat melaksanakan aktifitas kita. Mari kita niatkan semua aktifitas kita sebagai ibadah, agar pahala dunia kita dapat dan di akhirat kita juga mendapatkan pahala. Shalawat dan salam mari …

Read More »

MA’HAD ‘ALY TBS: MENYEMAI AHLI FALAK YANG ASTRONOM

Assalamualaikum wrwb. Al-hamdu liLlah wa sy-syukru liLlah. Segala puji dan syukur hanya milik Allah. Marilah kita syukuri anugrah dan pertolongan Allah, hanya karena dengan kasih sayang dan pertolongan Allah kita sehat afiat dan dapat melaksanakan aktivitas kita hari ini. Shalawat dan salam mari kita senandungkan pada Baginda Rasulullah Muhammad saw, keluarga, sahabat, dan pengikut yang setia dan istiqamah meneadani beliau.  Semoga semua urusan kita diberi kemudahan oleh Allah dan kelak di akhirat kita mendapat syafaat beliau. Saudaraku, kemarin Sabtu, 20 Rajab 1439 H bertepatan dengan 7/4/2018 M saya mendapat kehormatan untuk ikut menyaksikan peyerahan Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam, oleh Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, tentang persetujuan Pesantren TBS (Tasywiquth Thullab Salafiyah) sebagai penyelenggara Program Pendidikan Ma’had ‘Aly. Nama TBS – memang unik – karena kepanjangannya “tidak simetris” karena T diambil dari huruf “ta” dari kata “tasywiq” dan B diambil huruf terakhir kata “thullab” bentuk jama’ dari kata “thalib” yang artinya murid, siswa, atau peserta didik dalam bahasa sekarang. Seingat saya, saat saya masih menjadi “santri” huruf S itu singkatan dari kata “school” yang artinya sekolah atau madrasah. Dalam perjalanannya, huruf S ini diambil dari huruf “sin” dari kata salafiyah, yang artinya madrasah. Kata “Tasywiqu th-Thullab Salafiyah” artinya “Bronto – atau intellectual curiousity– nya Santri yang berpendidikan Salafiyah”. Salafiyah juga dalam penggunaan keseharian berbeda dengan “Salafi”.  TBS merancang dan mengelola pendidikan meskipun pada dasarnya adalah madrasah formal atau klasikal, namun desain kurikulum dan tata kelolanya, mengikuti model pondok pesantren. Saya sendiri, belajar di TBS ini selama “tujuh” tahun dengan sistem dan model yang unik juga. Setelah lulus SD dan MI di Kampung, didaftarkan di TBS. Test kemampuan dimulai dengan materi test kelas empat  MI, hari itu juga diumumkan. Besok paginya, test kemampuan untuk kelas lima, siangnya langsung diumumkan. Berarti lolos kelas 5. Besok paginya diikutkan test kemampuan kelas enam, sayang belum beruntung. Akhirnya “harus” mengikuti pelajaran dari kelas lima. Setelah satu semester, dievaluasi, dan ini yang menarik, saya diperintahkan untuk “naik kelas” di pertengahan tahun, ke kelas enam. Pendek cerita, al-hamdu liLlah, saya dinyatakan mampu melewati kelas enam MI TBS dan lulus dengan mendapat peringkat satu. Saya menerima hadiah dan senang sekali, yakni kitab “Riyadlu sh-Shalihin” dan “Sarung” yang hingga kini tidak terlupakan. Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah saya selesaikan secara normal enam tahun. Namanya juga Salafiyah, kurikulumnya, dari MI ilmu nahwunya belajar Ajrumiyah – terkenalnya Jurumiyah  – dan ‘Imrithy. Pada Tsanawiyah imu nahwu sudah harus menghafal nadham “Alfiyah” atau seribu nadham yang ditulis oleh Imam Ibnu Malik. Di Madrasah Aiyah, ilmu nahwu sudah menggunakan Syarah atau Komentar atas Alfiyah Ibn Malik, yaitu Ibnu ‘Aqil. Saya tidak sebutkan semuanya, karena dengan kitab-kitab yang menjadi maraji’ pembelajaran ilmu Nahwu tersebut, sudah terbayang model dan sistem pendidikannya, dan seperti apa lulusannya.  Maaf, ini bukan kalimat “kesombongan” karena insyaa Allah, saya tidak ada potongan “sombong”, apalagi saya sadar ilmu saya sangat tidak seberapa. Saudaraku, Ma’had ‘Aly TBS menurut data Direktorat PD Pontren Kementerian Agama adalah yang ke 27, dan memilih spesialisasi atau takhashshush Ilmu Falak. Maka, selain penyerahan SK, juga digelar Halaqah Falakiyah dengan tagline “Merawat Tradisi Menebar Innovasi”. Selain karena alasan Ilmu Falak selama ini makin “langka” peminatnya. Bahkan Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, sejak ada program Beasiswa 5.000 Doktor di Kementerian Agama, distingsinya adalah menyiapkan Doktor Ilmu Falak. Bahkan di tahun 2017, hanya terisi 7 mahasiswa. Untung saja Pascasarjana UIN Walisongo membuka konsentrasi baru Manajemen Halal dan Hukum Keluarga, jadinya “kuotanya” terpenuhi. Ma’had ‘Aly TBS juga pada saatnya akan menyuplai calon mahasiswa Pascasarjana UIN Walisongo tentu kalau sudah meluluskan. Pada saat saya masih di MTs, TBS sudah mengajarkan ilmu Falak dan di antaranya  mengoperasikan rubu’ mujayyab. Di TBS sangat dikenal KH Turaihan Ajhury asy-Syarafy al-Falaky, ahli falak sangat terkenal di jagad Indonesia, terutama kalender atau almanak Menara Kudus yang khas. Juga ada KH Abdul Jalil, dan masih ada beberapa ahli falak lainnya. Sebagai alumnus TBS, tidak ada kata lain kecuali mengapresiasi dan menyambut positif terselenggaranya Ma’had ‘Aly TBS ini. Kebetulan saya masih diamanati sebagai Direktur Pascasarjana UIN Walisongo, yang mengelola program doktor ilmu falak, kehadiran Ma’had ‘Aly bisa menjaid mitra. Memang bagi program S1 Ilmu Falak  Fakultas Syariah dan Hukum, bisa saja ditafsiri sebagai “pesaing baru”, apalagi dengan basik yang berbeda. UIN basiknya lebih variatif, sementara di TBS rasanya “wajib” berbasis pesantren. Maka tafsirnya, musti dengan kompromi atau “al-jam’u wa t-taufiq” atau menyatukan dan mengompromikan. Dalam dunia bisnis, suatu “produk” semakin banyak produsen atau yang menjajakan, maka produk tersebut adalah produk yang menjadi kebutuhan penting. Karena itu, tidak perlu ada komentar yang tidak perlu, karena dunia pendidikan apalagi untuk menyiapkan ahli falak di dunia Indonesia ini, masih sangat diperlukan. Kalau ada pertanyaan, apakah setelah ada lulusan Ma’had ‘Aly TBS yang ahli falak rasa astrnom, apakah kemudian tidak ada lagi perbedaan dalam penentuan awal Ramadlan, awal Syawwal, dan awal Dzulhijah? Ini pertanyaan kritis tetapi jawabnya tidak mudah. Karena ini seperti pertanyaan maaf, “apakah tambahnya lulusan akpol, akmil, dan sarjana lainnya, akan berkorelasi menurunkan angka kriminalitas, gerakan separatis, atau problematika sosial lainnya”? Soal penentuan awal bulan Qamariyah, di Indonesia ini, tampak indahnya justru karena ada perbedaan itu. Mengapa, karena “instrumen test” kematangan berdemokrasi dan bertoleransi tampak matang dengan perbedaan itu. Dalam soal ibadah dan internal sesama kaum Muslim saja, bisa berjalan dengan baik, apalagi dengan penganut agama lain. Tentu ini, harus difahami dan dimaknai secara cerdas. Karena meskipun dalilnya sama, Al-Qur’an dan Sunnah yang dijadikan sumber dan rujukan sama, namun metode pemahamannya berbeda, akan menghasilkan rumusan atau formulasi hukum yang berbeda. Apalagi jika sudah ada pertimbangan di luar akademik dan keagamaan, maka tentu akan lebih variatif lagi. MUI sudah mensosialisasikan kaidah yang sangat dikenal, “hukm al-hakim ilzam wa yarfa’u l-khilaf” artinya “putusan hukum pemerintah itu mengikat dan menghilangkan perbedaan pendapat”. Itu teorinya, namun dalam kenyataannya, dengan dalih soal keyakinan karena terkait dengan amaliyah keagamaan, maka pemerintah juga tidak bisa memaksakan kehendaknya. Karena itu, tidak ada pilihan lain, kecuali merawat dan memelihara perbedaan tersebut, agar tetap menjadi rahmat dan kasih sayang. Yang terakhir ini pun, didasari kaidah selain “ikhtilafu ummati rahmah” artinya “perbedaan pedapat ummatku adalah kasih sayang”, juga ada kaidah “man lam yasyumma raihata l-khilaf lam yasyumma raihata l-fiqh” artinya “barang siapa tidak mampu mencium aroma perbedaan pendapat, berarti ia tidak mampu mencium aroma fiqh”. Yang terpenting, bagaimana kita mampu melakukan “literasi” dan mendewasakan umat kita, agar makin terbiasa dan terbudaya dengan perbedaan, sehingga kesimpulannya adalah “sepakat dalam perbedaan” atau “berbeda dengan kesepakatan”. Selamat Ma’had ‘Aly TBS, almamaterku, semoga Allah senantiasa melapangkan jalan “rizqimu” dan menggelar keberkahan padamu, untuk menyiapkan generasi Ahli Falak Rasa Astronom, atau Astronom yang Ahli Agama”. Selamat “merawat tradisi dan menebar innovasi”. Tekadmu dan kerja kerasmu, ditunggu umat. Jadilah yang terbaik dan paling member banyak manfaat. Sudah saatnya dari pondok pesantren, yang akan menjadi leader bangsa ini di masa depan. Allah a’lam bi sh-shawab. Wassalamualaikjm wrwb. Ngaliyan Semarang, 8/4/2018.

Read More »

MILAD UIN WALISONGO KE-48 : PEMUDA, DAN PENGUATAN KEBANGSAAN

Assalamualaikum wrwb. Segala puji dan syukur hanya milik Allah. Mari kita ungkapkan syukur kita dengan melakukan muhasabah atau instrospeksi diri. Terlebih sebagai sivitas akademika UIN Walisongo yang Allah kehendaki kampusnya berada Semarang Jawa Tengah. Nama besar “Walisongo” perlu terus dijadikan sebagai inspirasi untuk mengungkit dan mengangkat intellectual curiousity untuk terus berkarya dan berkontribusi besar bagi negara dan bangsa Indonesia. Di …

Read More »

KALA SESEORANG “MEMANEN KEHINAAN” DARI JABATANNYA

Assalamualaikum wrwb.       Mari kita ungkapkan puji dan syukur kita ke hadirat Allah ‘Azza wa Jalla. Hanya atas anugrah dan pertolongan-Nya kita sehat afiat dan dapat menjalankan aktifitas kita dengan nyaman. Shalawat dan salam mari kita senandungkan pada Baginda Rasulullah saw,  keluarga, sahabat,  dan para pengikut yang mencintai beliau. Semoga semua urusan kita dimudahkan oleh Allah, dan di …

Read More »